Sidang ke Enam Perkara Tanah, Beruncing Tegang

Suasana Sidang Perkara Tanah di Jalan Purnama, Yang Kini Sudah Masuk Pada Sidang Keenam./dvy
Suasana Sidang Perkara Tanah di Jalan Purnama, Yang Kini Sudah Masuk Pada Sidang Keenam./dvy

POSKOTAPONTIANAK.COM ! PONTIANAK–Bermuara pada pemagaran serta penumpukan sampah di tahun 2011 diatas lahan di Jalan Purnama yang diklaim Hendro Sugiarto tanah tersebut merupakan warisan dari sang kakek yang bernama Ratman bin Urip, tak pelak aksi tersebut justru menghantarkan Hendro ke meja hijau.

Tak ayal Hendro dilaporkan ke polisi oleh Polycarpus yang juga mengklaim tanah tersebut miliknya atas dasar sertifikat tanah yang telah dikeluarkan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pontianak. Dan atas dasar kepemilikan itu pula Polycarpus mendirikan ruko diatas tanah tersebut.

Dalam sidang ke enam (Rabu 6/5/2015), yang dipimpin oleh Hakim Ketua Kusno, SH. M.Hum dan dengan menghadirkan Nurjaya (46) saksi tunggal dari pihak terdakwa, serta bukti-bukti dasar penerbitan sertifikat oleh pihak BPN Kota Pontianak.

Dalam kesaksian dalam sidang, Nurjaya memaparkan bahwa tanah yang kini telah berdiri 4 ruko tersebut merupakan tanah milik Ratman bin Urip yang telah digarap sejak puluhan tahun yang lalu.

“ Jadi sejak saya masih kecil kira-kira masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) bahwa tanah itu adalah milik Pak Ratman Urip, karena pada saat itu lahan tersebut dikerjakan olehnya, jadi kami warga sekitar sangat mengetahui bahwa tanah tersebut adalah memang benar miliknya Ratman bin Urip, “ ucap Nurjaya saat dipersidangan.

Dari kesaksian Nurjaya serta keterangan dari terdakwa, Kusno selaku Hakim Ketua memutuskan persidangan akan dilanjutkan pada tanggal 20 Mei mendatang dengan mendelik bukti-bukti atas kepemilikan tanah tersebut.

Ditempat terpisah usai persidangan, Hendro mengatakan dirinya akan terus berjuang atas hak tanah milik keluarganya sampai pada putusan yang seadil-adilnya siapa yang berhak atas haknya. ” Karena kami para ahli waris memiliki bukti jelas asal usul tanah tersebut,” tegas dia.

“Saya besrta Keluarga tetap akan terus  perjuangan hak atas tanah tersebut, harus terus diperjuangkan, dan tidak menutup kemungkinan sampai ketingkat Mahkamah Agung, jika memang peradilan di Pontianak kandas atas harapan yang kita inginkan, “ tukasnya. /Dvy


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *