Sidak Gas LPG 3kg Subsidi, Disprindagnaker Mempawah Berikan Himbauan Pelaku Usaha Resto dan Rumah Makan

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH KALBAR — Sebagai aparatur negara dalam mengatasi kelangkaan gas LPG 3kg, Kamis ((06/08/2020) siang, Disprindagnaker Kabupaten Mempawah melakukan sidak tempat usaha.

Dalam kegiatan itu langsung dipimpin oleh Kepala Disperindagnaker Kabupaten Mempawah, Yusri SE., dengan didampingi Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Kadis Disprindagkop katakan kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Mempawah membuktikan keseriusannya dalam menindaklanjuti penyimpangan penggunaan LPG subsidi 3 kg di masyarakat.

Waktu yang sama, ditempat terpisah, Kantor Disprindagnaker Kabupaten Mempawah Kasi Metrologi, Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Hendri Kurniawan, saat ditemui menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menindaklanjuti dan membuktikan sebenar-benarnya aksi dari pemerintah kabupaten mempawah, dan bukan sekedar ucapan belaka.

Lanjut Hendri Kurniawan katakan, Petugas melakukan sidak dengan titik sasaran 10 tempat usaha resto dan rumah makan, dimana dalam lingkup Kecamatan Mempawah Hilir dan Kecamatan Mempawah Timur, pusat perkotaan dan pinggiran perkotaan.

Satu per satu lokasi tempat usaha seperti restoran dan rumah makan di Mempawah didatangai oleh petugas, dengan pengecekan hingga keruangan dapur tempat usaha tersebut.

“Kami lakukan ini dalam rangka pengawasan penggunaan LPG subsidi 3 kg di lingkungan masyarakat Kabupaten Mempawah, selain itu juga menanggapi pernyataan masyarakat atas kelangkaan gas LPG 3kg ini, makanya Kadis turut serta dalam Sidak ini,”jelas Hendri Kurniawan.

“Untuk lokasi sidak dilakukan 2 kecamatan yang berdekatan dengan jantung perkotaan, dengan sasaran ada 10 tempat usaha,” ucapnya.

“Sesuai sidak, didapati pelaku tempat usaha restoran dan rumah makan masih menggunakan LPG subsidi 3kg, kita dapati 2 tempat usaha, walaupun penggunaanya dalam jumlah kecil,” jelasnya.

Dalam hasil sidak, pihak Disprindagnaker Kabupaten Mempawah memberikan teguran dengan mendata tempat usaha tersebut, dalam hal itu juga kepada semua tempat usaha restoran dan rumah makan, dihimbaunya agar tidak menggunakan tabung gas subsidi, lebih baik pergunakan yang non subsidi, dan itu sama juga pemakaian dalam jangka waktu lebih panjang, selain itu juga harga juga harga juga sama jika diperhitungkan.

“Kepada pemilik usaha restoran dan rumah makan yang menggunakan gas subsidi, oleh petugas melakukan tindaklanjut sesuai prosedur dan mekanisme yang ada. Yakni, petugas mendata dan memberikan himbauan agar pemilik tempat usaha segera beralih ke penggunaan LPG non subsidi yang telah disediakan pemerintah untuk tempat usaha,” jelasnya.

“Untuk saat ini, mereka yang masih menggunakan LPG subsidi hanya diberikan peringatan saja. Namun, jika nanti masih membandel maka bisa saja kita lakukan tindakan tegas dengan melakukan penyitaan terhadap tabung LPG subsidi,” tegasnya.

“Sidak ini akan kita lanjutkan di lokasi-lokasi kecamatan lainnya. Dan sifatnya mendadak, tanpa terjadwal,” tukasnya.

Kami menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan yang sewajarnya saja, dalam arti pemakaian gas subsidi dipergunakan untuk rumah tangga saja, kepada pelaku usaha supaya menggunakan gas non subsidi. Disprindagnaker tidak sampai disini saja, tapi juga akan melaksanakan monitoring dengan pengawasan penggunaan LPG subsidi 3 kg secara berkelanjutan di seluruh wilayah di Kabupaten Mempawah.(Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *