Setiap Pramuka Akan Diminta Pertanggungjawabannya Oleh Masyarakat

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! JAKARTA-Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terus menapaki perubahan, kali ini lewat

Pramuka ESQ./*
Pramuka ESQ./*

pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ). “Ini pelatihan ESQ pertama untuk Pramuka penegak dan pandega, mereka semua akan diproyeksikan menjadi panitia Jambore Nasional 2016”, jelas Kak Rafli Effendi, Wakil Ketua Kwarnas Bidang BUMGP setelah pembukaan pelatihan ESQ di TamanRekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta, pada Rabu Sore (01/07/15). Rafli Effendi mengaku bangga dengan kegiatan ini “Ini bagian dari usaha Pramuka mempersiapkan masa depan Indonesia”, ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia pelatihan ini, Prof. Dr. R Sihadi Darmo Wihardjo dalam sambutannya menerangkan tiga target pelatihan ESQ ini. Pertama, kesadaran menggerakan seluruh komponen kepribadian untuk kebaikan. Kedua, kemampuan menata emosi dalam kehidupan. Ketiga, akuntabilitas, yaitu pertanggungjawaban sebagai anggota pramuka yang mengamalkan dasa dharma dalam kehidupan sehari-hari

Menurut Prof. Dr. Sihadi , yang ketiga ini sejak awal menjadi fokus Dr. Adhyaksa Dault selaku Ketua  Kwarnas Gerakan  Pramuka. “Dalam berbagai kesempatan, Kak Adhyaksa Dault banyak menyampaikan bahwa setiap Pramuka akan diminta pertanggungjawabannya sebagai anggota Pramuka oleh masyarakat”, jelas Prof. Dr. Sihadi yang juga pakar pendidikan dasar di Unv Negeri Jakarta ini.

Pelatihan ESQ ini sendiri dikuti 312 orang pramuka dari Kwarda DKI, Kwarda Jawa Barat, Kwarda Banten. Pembukaan telah dilaksanakan dengan baik pada Rabu sore (01/07) oleh Kak Yudi Suyoto (Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka) dan akan ditutup pada 3 Juli 2015.

“Selain hal yang berkaitan dengan pelatihan, kami juga bertanggungjawab memberikan pelayanan yang terbaik bagi peserta”, jelas Agus Muslim, salah seorang panitia yang juga Andalan Nasional Gerakan Pramuka./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *