Sertu Alexander Ciptakan Aman Kondusif Dalam Pendampingan Penentuan Tapal Batas Desa dan Kabupaten

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH — Munculnya polemik tapal batas wilayah antara desa dan kabupaten sehingga bisa mempersulit dalam pengembangan kemajuan dan menghadirkan investor di pedesaan, langkah cepat diambil oleh Forkompimcam Segedong dengan menindaklanjut atas laporan dari kedua warga desa yang berlainan kabupaten ini dengan melakukan mediasi dan pengecekan tapal batas wilayah desa, kecamatan, dan Kabupaten.

Dilaksanakan pukul 11.30 wib kegiatan pengecekan tapal batas Dusun Karya Desa Peniti Besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah dengan Dusun Air Merah Desa Ngarak Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Sabtu 11/07/2020).

Mediasi dipimpin langsung oleh Camat Kecamatan Segedong H. Iskandar didampingi Kapolsek Segedong Ipda Suprianto, Koramil 1201/01 Jungkat Babinsa Peniti besar Sertu Alexander, Kepala Desa Peniti Besar Kasdik dan Staf Desa Peniti Besar, Tokoh Masyarakat Desa Peniti Besar, Dewan Adat Daerah Kabupaten Mempawah, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Adat Desa Ngarak Kecamatan Mandor Kabupaten Landak, Koordinator Pekerja Lapangan yang Membuka Lahan Pertanian Kebun Pisang oleh Budi Julianto.

Pelaksanaan kegiatan mediasasi ini sehubungan dengan akan dilakukan pembukaan lahan pertanian kebun pisang melalui sistem bapak angkat kepada warga masyarakat di wilayah Desa Peniti Besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah.

Koramil 1201/01 Jungkat Babinsa Peniti Besar Sertu Alexander mengungkapkan langkah yang diambil oleh Forkompimcam yang dipimpin oleh Camat Kecamatan Segedong H. Iskandar adalah langkah yang bijak dalam mengantisipasi permasalahan Tapal Batas, dimana konsideran penetuan akurasi Tapal Batas Kabupaten Mempawah dan Landak yang masih belum diperjelas, maka kehadiran Camat H. iskandar ini mengingat kelanggengan bagi dua desa dan dua Kabupaten yang berbatasan.

“Babinsa disini, mendampingi dan mewakili dari Koramil 1201-01 Jungkat dalam pendampingan pelaksanakan mediasi tentang permasalahan tapal batas yang akan dilakukan pembukaan lahan,” ucapnya.

“Selain itu juga Babinsa Peniti Besar sebelumnya sudah bertugas mencari keterangan tentang batas-batas wilayah antara kedua desa dan kedua kabupaten, hal ini berkaitan akan dilakukan pembukaan lahan pertanian kebun pisang oleh warga masyarakat, untuk pelaksanakan pengecekan tapal batas yang nantinya akan dikerjakan melalui sistem bapak angkat dan warga setempat sebagai pekerja lapangan,” jelas Sertu Alexander.

Sampaikan oleh Babinsa Sertu Alexander Koramil 1201-01 Jungkat bahwa dalam pertemuan mediasi itu didapati sementara bahwa lahan yang akan diolah berdasarkan keterangan bawah yg di kerjakan itu adalah lahan milik Bapak Misrahim, hal ini berdasarkan Surat Pernyataan Tanah (SPT) dari bapak Sarbinus yang berdomisi di Desa Ngarak dengan luasan kurang lebih 50 hektar yang mempunyai kurang lebih 20 Surat Pernyataan Tanah (SPT) yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Desa Ngarak Kecamatan Mandor Kabupaten Landak.

“Dengan mempertemukan tokoh masyarakat dari Desa Dusun Karya Desa Peniti Besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah dengan Dusun Air Merah Desa Ngarak Kecamatan Mandor Kabupaten Landak, berlangsung berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang mana pada akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk menentukan tapal batas di daerah perbatasan yang selama ini berpolemik serta berkomitmen untuk saling menjaga kondusifitas dan kedamaian di wilayah kedua belah pihak, dengan keadaan aman dan tertib sehingga kegiatan tersebut berakhir pukul 13.15 wib,” ucap Sertu.(Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *