Serah Terima Jabatan Bupati Melawi H Dadi Sunarya Usfa Yursa dan Wakil Bupati Drs Kluisen di Pondopo

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MELAWI – KALBAR : Pada hari ini senin Tgl 1/3/2021 serah terima jabatan Bupati dan wakil Bupati terpilih H Dadi Sunarya Usfa Yursa dan Drs Kluisen,selaku bupati Melawi pada proode 2021-2026 kedepan, acara kegiatan di laksanakan di pondopo Bupati Melawi kurang lebih sekitar Jam 09.00 pagi.

Bupati dan Wakil Bupati terpilih kabupaten Melawi sudah resmi semenjak Di lantik di pontianak oleh Gubernur kalimantan barat pada hari Jum’at tangal 26 Februari 2021 beberapa hari yang lalu,semoga di bawah kepemimpinan H Dadi sunarya Usfa Yursa dan Drs Kluisen melawi ada perubahan sesuai dengan harapan Masyrakat Kabupaten Melawi kedepan.

Perketat Wilayah Perbatasan, Satgas Yonif 642 Amankan PMI Non Prosedural dan Miras

Buka Pertandingan Voli Putra, Pangdam XII/Tpr : Jaga Kesehatan Prajurit dan Jalin Silaturahmi

Semangati Satgas Karhutla, Pangdam XII/Tpr dan Kapolda Kalbar Berikan Bantuan

Bupati Melawi H Dadi Sunarya UY memaparkan saat di wawancarai wartawan untuk frogres kedepan di fokusk utama Covid-19 sesuai di instruksikan oleh gubernur kalimantan barat, yang kedua masalah Karhutla kembakaran hutan dan lahan,terus kita masih menyunsun RPJMD untuk lima tahun kedapan,dan saya dan wakil bupati melawi menjabat,kedepan akan kita fokuskan untuk pembangunan jembatan dan jalan dan saya mohon kepada lapisan masyarakat terutama kepada pimpinan DPRD dan Wakil DPRD beserta anggota DPRD tetap besenergi untuk mewujudkan kabupaten melawi yang adil pantas dan hebat berlandaskan gotong royong harmonis dalam keberagaman,ucapnya.

Dan di kami pastikan pemerataan dalam pembangunan, untuk 11 kecamatan kabupaten Melawi 169 desa,dan saya bersama wakil bupati akan menyelesaikan program RPJMD seperti yang saya sampaikan tadi,untuk lima tahun kedepan.untuk penetapan pelantikan kepala desa terpilih sudah final yaitu pada tanggal 3 maret 2021.jelasnya.

Wakil Bupati Melawi Drs,Kluisen juga menyampaikan terkait masalah solusi masalah pekerja Peti akan kita lakukan dan akan kita pikirkan karena ini menyakut ekonomi masyarakat,,memang kita ketahui kalau Peti itu Ilegal, tapi kalau di tutup kasian masyarakat kita, kami selaku kepala daerah akan memikirkan untuk perkembangan ekonomi msayarakat,apa lagi ini di masa pandemi dan kami akan membari solusi yang terbaik untuk masyarakat melawi, pungkasnya./*

JHON.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.