Selama Operasi Patuh 2019, Pelanggaran Paling Dominan Pengendara di Bawah Umur, Tidak Gunakan Helm SNI & Melawan Arus

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MELAWI – Kasat Lantas Polres Melawi AKP Aang Permana mengatakan di hari terakhir giat operasi patuh Kapuas 2019 ini masih banyak ditemukan pelanggaran lalu lintas,yang tidak memakai helm dan tidak memasang Kaca Sepion

“Benar hari ini terakhir melaksanakan Operasi Patuh Kapuas 2019, yang terakhir ini masih ada pelanggar lalu lintas khusunya yang tidak memakai helm dan tidak membawa STNK,” ujarnya Selasa sore (11/9/19) di sela sela giat Oprasi,

Dikatakan Kasat lantas,
“Pelanggaran yang paling dominan ialah pengendara yang tidak menggunakan Helm SNI yang kedua adalah pengendara di bawah umur, pelanggaran yang ketiga ini adalah pengendara yang melawan arus,ini merupan target operasi kita selama 14 hari operasi Patuh Kapuas 2019 ini Terang Kasat lantas.

Terkait langkah penindakan selama operasi patuh 2019 kali ini,
Aang menjelaskan,” Banyak hal dan faktor saat pelaksanaan operasi ini,kalau banyak yang di tilang ,yang pertama yaitu intensitas Kegiatannya banyak,kemudian jumlah kendaraan pun semakin hari semakin meningkat,perlu di garis bawahi,tujuan akhir operasi ini kan yaitu menekan angka pelanggaran dangan penindakan dan menekan angka kecelakaan sebagimana 8 Program proritas yang dapat meningkatkan fatalitas kecelakan
Jelasnya

Aang berharap,melalui operasi Patuh ini Masyarakat selalu tertib lalu lintas dan menumbuhkan rasa kesadaran ke masyarakat, “bukan berarti habis operasi patuh ini kemudian bebas bebas aja,karena setelah operasi patuh ini,akan ada kegiatan kegiatan rutin lainnya oleh kepolisian ,baik itu kegiatan feentiv,frefentiv maupun penindakan,artinya,bukan habis di operasi Patuh polisi tidak tidak ada kegiatan dan penindakan, papar Aang, ” momen operasi patuh ini kita mengajak masyarakat lebih berdisiplin dengan Cara di ingatan lewat teguran berupa tindakan tilang
mengacu kepada administrasi tentunya tilang online,pelanggar yang kena tilang silahkan langsung lakukan pembayaran ke Bank yang telah di tentukan kata Aang.
Aang berharap dengan di gelar nya operasi patuh kita himbau kepada Masyarakat agar dapat meningkatkan kesadaran dalam berkendaraan dan berlalulintas dengan melengkapi perlengkapan serta surat-surat kendaraan.

“Jadi saya harapkan masyarakat untuk tetap memakai helm. Membawa SIM dan STNK juga,”

Di tambahkan Aang,Perlu di ingat,” Kecelakaan itu terjadi pasti di awali dengan Pelanggaran,jadi jangan berfikir setelah operasi ini ,kemudian akan bebas begitu ujarnya,kami akan terus melakukan kegiatan operasi serupa dan akan terus di tingkakan,ungkapnya.

(Jon/Melawi)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *