SBMI Mempawah Berhasil Pulangkan BMI Asal Sungai Pinyuh Yang Ditahan PDRM

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH :  “Keberhasilan SBMI Mempawah ini, berkat Tim solid SBMI dengan dukungan dari pihak BP2MI Pontianak, BP2MI Entikong, Konsulat Jenderal RI Kuching dan Dinas Sosial Pemprov Kalbar,” ucap Juliana Sekretaris SBMI Kabupaten Mempawah.

Sampaikan Sekretaris SBMI Kabupaten Mempawah Juliana, Sabtu (26/09/2020) pukul 13.00 wib siang, bertempat di Kantor Sekretariat SBMI Kabupaten Mempawah, diketahui dari orang tua BMI yang melaporkan, anak mereka yang akan bekerja ditahan oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM), tertanggal 25 Agustus 2020, sekira pukul 11.20 wib.

Lanjutnya katakan, SBMI Kabupaten Mempawah melakukan rapat untuk mempersiapkan langkah-langkah dan tindakan yang tepat akan dilakukan. Dalam rapat tersebut, ada beberapa pelaporan lainnya yang juga akan dilakukan oleh SBMI Kabupaten Mempawah.

“Dengan hasil pertemuan Pengurus SBMI Kab. Mempawah, kami menyurati BP2MI Pontianak, BP2MI Entikong, Konsulat Jenderal RI Kuching dan Dinas Sosial Pemprov Kalbar, dengan perihal laporan dari orangtua BMI Cong Lim Pat orang tua dari Delviano Alvin dan Tjung Tin Fong orangtua dari Frederikus Sony putra,” jelas Juliana.

BACA JUGA

Gelar Pemeriksaan, Satgas Pamtas Yonif 642 Amankan Sindikat PMI Ilegal

Silahturahmi Kamtibmas Bersama Insan Pers, Kapolda Kalbar Sebut Peran Media Berpengaruh Besar Dalam Menciptakan Pilkada Yang Aman

Satgas Pamtas Yonif 642/Kps Bantu Masyarakat Korban Banjir

Cek Daya Serap dan Anggaran, Tim Dalprog Kodam Tanjungpura Kunjungi Kodim Mempawah

SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi Landasan Pedoman UUPJ Pengelolaan Pelabuhan Kijing Sungai Kunyit Mempawah

Sekretaris SBMI Kabupaten Mempawah Juliana sampaikan, dua orang BMI asal Sungai Pinyuh Kabupatem Mempawah atas nama Delviano Alvin dan Frederikus Sony putra ditangkap dan ditahan oleh PDRM pada tanggal 13 Agustus 2020 lalu, di wilayah Serian, Malaysia, penangkapan itu bersama 20 BMI lainnya oleh Tim Gerakan Umum Serawak.

Terjadinya penangkapan itu, kedua BMI hendak menuju malaysia dengan berjalan kaki yang memakan waktu kurang lebih 1,5 jam, sekitar kecamatan Balaikarangan Kabupaten Landak dan melewati jalan tikus salah satu ladang sawit. Saat masuk di wilayah Malaysia, tiba-tiba disergap petugas, apesnya lagi ketika diperiksa, mereka tidak dapat menunjukan dokumen resmi layaknya pekerja migran prosedural,” tuturnya.

Melalui prosesnya, kedua BMI asal Sungai Pinyuh ini dapat dipulangkan ke tanah air. sementara rekan mereka lainnya masih menjalani proses penahanan di emigrasen Malaysia menunggu keputusan Mahkamah.

“Puji Tuhan, kita bersyukur, dengan proses panjang dan tahapan yang kita lalui, kedua anak ini diserahkan oleh Kasi Perlindungan BP2MI Pontianak kepada kami pada Sabtu, tanggal 26 September 2020 sekitar pukul 01.00 dini hari,” ucap syukur Juliana Sekretaris SBMI Kabupaten Mempawah.

“Kepada Dinas Sosial Pemprov Kalbar yang selama ini berkomitmen membantu dan memfasilitasi pemulangan para BMI yang tersandung masalah hukum, kami sampaikan terima kasih atas kerjasama, semoga jalinan ini tetap berjalan terus, demi anak bangsa,” ucap Juliana.(Guns/Com)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *