Sayuti Sesalkan Ambruk Bangunan Kantor Desa, Tinjau Lakasi Lakukan Investigasi

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH KALBAR — Kejadian Ambruknya Kantor Desa Sungai Purun Besar, kaget didengar legeslator Partai Demokrat Sayuti. Saat dikonfirmasi melalui via telpon, Sabtu (15/08/2020), bahwa diketahuinya bangunan tersebut hampir rampung, namun kena bisa ambruk, apakah ada salah dalam perencanaan bangunan tersebut.

“Sungguh sangat disesalkan ambruknya proyek pembangunan Kantor Desa Sui Purun Besar, Kecamatan Segedong, pihak DPRD berencana akan melakukan peninjauan untuk melihat langsung lokasi bangunan tersebut dalam waktu dekat ini,” katanya.

“Setelah mengetahui kejadian ini, segera mungkin harus meninjau ke lokasi untuk melihat langsung, hal ini sangat penting mengingat penggunaan dana dari bangunan tersebut dan jadi pembelajaran kepada semua Kepala Desa di Kabupaten Mempawah,” ucap Sayuti Wakil Ketua DPRD Mempawah Legeslator Partai Demokrat Dapil Segedong Jungkat.

“Dengan kejadian ini, wajib kepala desa untuk dipertanggungjawabkan, hal ini terkait penggunaan dana pembangunan kantor desa itu menggunakan dana desa, kami juga harus mengetahui dan membuat laporan atas kejadian tersebut, jadi bukan semata-mata cuma Kades saja yang membuat laporan,” ucap Sayuti.

“Kami akan tanya proses kegiatan pembangunan, karena pembangunan ini menggunakan uang rakyat maka ada prosedur dan ketentuan yang harus dijalani. Ketika muncul permasalahan, penanggungjawab mengambil konsekuensinya,” tegasnya lagi.

Karena itu, Legislator Dapil Jongkat-Segedong ini mengingatkan Pemerintah Kabupaten Mempawah agar melakukan evaluasi dan memetik pelajaran dari kasus ambruknya proyek Kantor Desa Sui Purun Besar.

“Kepada Dinas terkait untuk turunkan mengalisis dari perencanaan pembangunan hingga ambruk bangunan tersebut, dengan dilakukan kajian untuk mengungkap penyebab ambruknya bangunan Kantor Desa Sui Purun Besar dan tidak semata cuma mendengar ucapan semata lalu menerima laopran dari pihak desa, kami perlukan laparan sesuai kenyataan, karena bisa saja ada indikasi kecurangan dalam pekerjaan tersebut sehingga menyebabkan ambruk,” jelas Sayuti.

“Ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah dan seluruh desa di Kabupaten Mempawah. Setiap kegiatan terlebih berkaitan dengan teknis pembangunan harus dilaksanakan dengan baik sesuai aturan dan ketentuan yang ada. Sebab, kegiatan ini memakai uang rakyat,” ucap Sayuti.(GN).

POSTKOTAPONTIANAK.COM

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *