Saya Tidak Butuh Ikut Kegiatan “Kelompok Yang Mengaku Sebagai Wadah Raja Sultan Nusantara” Dan Mereka Pun Tidak Butuh Keikut Sertaan Saya

“Walaupun Beberapa Ketua Kelompok Itu Sahabat Baik Dengan Saya”

Saya sering ditanya oleh beberapa teman dan sahabat, apakah saya “ikut” sebuah acara dari “kelompok raja sultan”,maka saya buat tulisan broadcast ini sebagai informasi kepada para sahabatku semua

Saya Sejak 2014 Memutuskan Tidak Akan Ikut Kelompo Kelompo Seperti Itu

Ada beberapa alasan saya yaitu :

1.SAYA MELIHAT TERLALU BANYAK KELOMPOK YANG MENGAKU KELOMPOK KELOMPOK RAJA SULTAN NUSANTARA (KALAU TIDAK SALAH ADA 9 ) DAN SAYA TIDAK MELIHAT EFFECT KEGIATAN MEREKA YANG BERDAMPAK PADA KESEJAHTERAAN/KEMAJUAN MORIL MAUPUN MATERIIL BANGSA DAN NEGARA

HRH.Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo./foto : istimewa

2.SAYA PELAJARI SERINGNYA “ACARA ACARA ITU” KEBOBOLAN AKAN KEHADIRAN “RAJA RAJA PALSU” YG TIDAK JELAS ASAL USULNYA,YAITU ORANG ORANG MENGAKU RAJA HANYA DENGAN “DASAR” MEREKA MEMBUAT KELOMPOK BUDAYA /SENI YANG NAMA KELOMPOKNYA DIKAITKAN DENGAN NAMA KERJAAN PERNAH ADA DAN BUBAR RATUSAN TAHUN LALU, LANTAS KETUA KOMUNITASNYA DI SEBUT RAJA
,
*SANGAT AMAT MUDAH SEKALI DAN PERKIRAAN SAYA HANYA BERMODALKAN 3-5 JUTA RUPIAH* SEBAGAIAN BESAR MEREKA YANG PALSU HANYA MENJADIKAN KEDOK “RAJA” UNTUK MENCARI UANG SAJA DENGAN BERBAGAI CARA(Jika semudah itu cara untuk menjadi raja tentu akan ada puluhan ribuan /bahkan jutaan orang mengaku raja)

3.SAYA TAHU KELOMPOK KELOMPOK ITU TIDAK BISA MENERIMA USULAN SAYA UNTUK MELAKUKAN PEMBUKTIAAN TERBUKA AKAN KEASLIAN DAN KELAYAKAN “RAJA” YANG “DILIBATKAN” ACARA ACARA ITU DENGAN 4 CARA UTAMA

1.BEDAH STATUS /KEBERADAAN KERAJAAN PRA/PASCA REPUBLIK 2.BEDAH SILSILAH 3.BEDAH/TEST DNA 4.BEDAH HUKUM ADAT TERKAIT SUKSESI ,DAN JIKA 4 CARA ITU TIDAK BISA DIPENUHI MAKA DENGAN CARA MENDAPATKAN PETISI DUKUNGAN DARI 50,1 % MASYARAKAT DITEMPAT YG DIKLAIM SEBAGAI TEMPAT KERAJAANNYA BERADA

4.SAYA TAHU RAJA ABAL ABAL “YANG SERING MENYUSUP DIACARA KELOMPOK KELOMPOK TERSEBUT” SAMA “SIFATNYA” DENGAN RAJA BARU YANG MEMINTA DILAHIRKAN DI ERA REPUBLIK DAN MEREKA HANYA “MENGINCAR”
UANG RAKYAT DENGAN MENGAJUKAN PROPOSAL PENDANAAN KEGIATAN YG DIKLAIMNYA SEBAGAI KEGIATAN BUDAYA

5.SAYA TAHU SEJAK KERAJAAN KERAJAAN “SEHINDIA BELANDA” DAN RAKYAT BANGSA INDONESIA BERSEPAKAT MEMBENTUK REPUBLIK ARTINYA TIDAK MUNGKIN ADA KERAJAAN BARU DI ERA REPUBLIK

6.SAYA TIDAK MAU MENGHIANATI KAKEK MOYANG SAYA DAN PARA RAJA ASLI SERTA SELURUH RAKYAT BANGSA INDONESIA YANG BERSEPAKAT BERSATU DIDALAM REPUBLIK

7.SAYA TIDAK MELIHAT ADANYA PELESTARIAN BUDAYA “ARIF” KERAJAAN SEBAGAIMANA KLAIM KELOMPOK KELOMPOK TERSEBUT ,YANG MEREKA “LESTARIKAN” HANYA UNSUR UNSUR BUDAYA ,SEMISALNYA TARIAN,PAKAIAN,MAKANAN,MUSIK DLL YANG KEBANYAKAN HANYA UNSUR SENI DARI SEBUAH BUDAYA

8.SAYA PUNYA HUBUNGAN BAIK DENGAN KERAJAAN KERAJAAN LAIN DAN KALAU UNTUK SILATURAHIM ANTAR KERAJAAN KAMI BISA MELAKUKAN TANPA “DIFASILITASI” OLEH KELOMPOK KELOMPOK YG MENGAKU “KELOMPOK RAJA SULTAN”

9.SAYA BUKAN ORANG TIDAK PUNYA PEKERJAAN UNTUK MENDAPAK REZEKI HALAL DAN SAYA BUKAN ORANG YANG MEMBUTUHKAN “SUMBANGAN UANG” DARI RAJA ABAL ABAL

Dari alasan Mengapa saya tidak butuh ikut “Kelompok-kelompik Raja Sultan” tentu bisa dianalisa, Alasan mengapa mereka tidak membutuhkan saya.

Walaupun demikian saya masih menjaga silaturahim dan saling mengisi setata saling memberi dengan para ketua kelompok itu.

*Saya Memiliki 2 Kaki, Satu Kaki Saya Dilingkungan Kerajaan Yang Akan Menjaga/Membela Kebenaran Dan Nilai Arif Kerajaan Senusantara Tapi 1 Kaki Saya Dikuar Lingjungan Kerajaan Yang AkanK Melawan Jika Ada Penyalahgunaan ” Nama Kerajaan ” Yang “Mengelabuhi” Bangsa Indonesia.

Demikian infomasi pada para sahabatku terkasih

Salam hormat dan salam bahagia dari saya orang yang masih bodoh dan berupaya bijak

OLEH : HRH.Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo

*RVBHR,


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *