Satpol PP Akan Tindak Tegas Pelanggar PSBB Tahap III

KOTA DEPOK -PKP : Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny membenarkan, bahwa pihaknya akan bertindak tegas dengan menerapkan sanski administrasi hingga denda kepada para pelanggar Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap III. Bahkan, dengan sanksi tersebut menjadi hal yang berbeda dibandingkan PSBB Tahap I dan II.

“Artinya, dari kekurangan PSBB Tahap I dan II tersebut masih banyak orang beraktivitas di luar rumah dengan kegiatan yang tidak penting. Untuk itu, kami akan cegah dihulunya dengan pengawasan ketat dari tingkat RT,” ujar Lienda, Sabtu (16/5/2020), di Balaikota Depok, Jawa Barat.

Dia menjelaskan, bahwa pihaknya juga tidak hentinya terlebih dahulu memberi peringatan kepada pelanggar, dan selanjutnya jika kembali melanggar lagi diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi kesalahannya kembali.

“Jadi seperti contohnya buka toko. Jika masih nekat juga buka, itu akan didenda administratif sesuai Peraturan Gubernur, jika buka toko dikenakan dendanya mulai Rp 5 juta hingga 10 juta. Sedangkan jika warga yang tidak menggunakan masker itu dikenaksn didenda mulai dari Rp 100 ribu hingga 250 ribu,” jelas Lienda.

Menurutnya, bahwa bilamana ada pengusaha yang nekat untuk membuka mal dan hotel serta melanggar protokol kegiatan konstruksi bisa didenda hingga Rp 50 juta. “Jadi, selama PSBB Tahap II, kami sudah mencatat ada sebanyak 2.816 pelanggaran yang terjadi di tempat usaha,” tutur Lienda.

Lienda juga mengingatkan kebali, bahwa peraturan tempat usaha dilarang beroperasi selama masa PSBB telah ditetapkan sejak diberlakukam PSBB. “Namun terkecuali yang boleh buka tempat usaha yang menjual makanan dan kebutuhan sembako, layanan kesehatan, dan beberapa lainnya,” imbuh mantan Kepala Bapeda Kota Depok itu.

FALDI


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *