Runtuhnya Kekuasaan Sang Kaisar

Oleh : Rosadi Jamani

rosadiSaya sering diskusi dengan dosen-dosen Untan soal negeri ini. Paling menarik soal kekuasaan. Ada dosen yang juga kawan mengistilahkan kepala daerah yang kekuasaannya sangat kuat dengan istilah kaisar. Ia mencontoh Syaukani mantan Kepala Daerah Kutai Kartanegara adalah kaisar. Hukum sulit menyentuhnya. Lalu Atut Choisiyah Gubernur Banten juga kaisar. Tragis, kekuasaan sang kaisar itu berakhir di tangan KPK.

Nah, satu lagi kaisar berakhir di tangan KPK. Dialah Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin. Ditangkap KPK saat subuh dua hari lalu. Fuad bisa dibilang kaisar. Jadi Bupati Bangkalan dua periode. Karena tak bisa tiga kali lalu dia jadi Dewan dan terpilih sebagai ketua. Sementara jabatan Bupati diganti oleh anak lelakinya. Kekuatan dari trah Fuad Amin di Bangkalan sangat super.

Pernah sang kaisar didemo besar-besaran sebagian masyarakat Bangkalan atas dugaan ijazah palsu. Diknas nyatakan ijazahnya palsu. Begitu disidik polisi, sampai sekarang tak ada hasilnya. Demo berakhir sia-sia. Sangat sulit bagi lawan politiknya untuk bisa menggeser trah Fuad Amin dari Bangkalan.

Polisi dan jaksa sulit menyentuh Fuad Amin beserta keluarganya. Rupanya KPK tak tinggal dia. Berbulan-bulan KPK mengincar sang kaisar. Gerak-geriknya diikuti. Termasuklah percakapan di telepon. Momen yang ditunggupun tiba. Terjadi transaksi korupsi. Fuad Amin ketangkap basah oleh KPK sedang melakukan korupsi. Uang suap ratusan juta ikut diamankan. Dia tak bisa mengelak. Kekuasaannya yang sangat besar tak ada arti. Nasib sang kaisarpun berakhir di balik jeruji. Aplaus buat KPK.

Apakah ada kaisar serupa di Kalbar? Sepertinya mulai tampak. Cuma apakah KPK juga sedang memburunya. Kita lihat saja nanti. Sebagai catatan saya, kepala daerah yang memiliki kekuasaan besar cenderung korup. Kalau sudah korup, pasti jadi bidikan KPK. Semua karier menjadi sia-sia. Semua berubah menjadi sumpah serapah dari masyarakat. Untuk itu, stop korupsi sebelum anda dijebloskan ke jeruji.