Rudi Meminta Tindakan Tegas BP2HP &  Aparat Jika Ditemukan Nota Angkutan Bukan di Tanda Tangani Oleh Dirinya

( foto : dok joni ).

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( MELAWI ) – Terkait permasalahan yang tengah terjadi di internal KSU Mekar Sari atas kewenangan penerbit blangko Nota angkutan dari Hutan hak sebagaimana telah di atur pada P.48.tentang hasil kayu hutan hak.

Untuk kesekian kalinya blangko nota angkutan yang semestinya di keluarkan dan di tanda tangan oleh GANIS PHPL yaitu Rudi HR hingga hari ini masih di jumpai nota angkutan yang di keluarkan dan di tanda tangani langsung oleh Drs Aris Hartono selaku ketua KSU Mekar sari, padahal Aris Hartono dari beberapa bulan lalu hingga saat ini sedang menjalani proses hukum sebagai tahanan kejaksaan negeri sintang atas kasus perjudian yang menjeratnya.

Walau sang ketua KSU Mekarsari telah mendekam Rutan kelas II Sintang sebagai tahanan titipan kejaksaan, sejumlah blangko nota angkutan yang telah di tanda tangani oleh Aris Hartono tetap masih beredar ke sejumlah pemain kayu durian, jabon dan hasil kayu hutan hak yang sengaja di jual oleh oknum-oknum teman Aris Hartono
Sebagaimana tertera pada Peraturan P.48,
atas persoalan tersebut Rudi HR selaku pemilik sertifikasi GANIS PHPL kembali angkat bicara.

Rudi mengatakan bahwa ini adalah pelaggaran. ” Saya meminta kepada Bapak kepala kantor balai BP2HP Dinas Kehutanan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat untuk mengambil keputusan dan tindakan tegas atas persoalan ini. Herannya, saya yang ikut Diklat GANIS PHPL sebagai orang yang memiliki kapasitas untuk mengecek dan mengukur kebenaran kayu yang berasal dari hutan hak bedasar kan P.48,kok malah ketua KSU yang menanda tangani blangko nota angkutan tersebut, padahal orangnya berada dalam penjara sana, ucap  Rudi kesal.

Menurut Rudi, mestinya dia Selaku Ketua KSU melakukan kordinasi dengan saya terkait blangko nota angkutan tersebut, apalagi saat itu dia sedang tersandung kasus hukum, bukannya malah menyuruh oknum-oknun di luar sana menjual dan membagi-bagikan blangko tersebut ke pada pemain dan pembeli kayu durian, jabon di Melawi ini, ungkap Rudi.

Memang benar saat menjadi peserta Diklat GANIS PHPL di Kantor BP2HP tahun 2017 lalu saya menggunakan badan hukum KSU Mekar Sari, akan tetapi bukan berarti sebagai ketua KSU dia yang menanda tangani blangko nota angkutan itu, jelasnya.

Dalam hal ini Rudi minta kepada semua pihak yang terkait, BP2HP  dan kawan-kawan yang bertugas di lapangan, saya himbau untuk melakukan pemeriksaan dan pengecekan fisik kayu yang menggunakan nota akutan dari Melawi, apabila di temukan nota angkutan yang bukan di tandatangai oleh dirinya Atas nama Rudi,HR selaku GANIS PHPL silahkan di proses lebih lanjut, kata Rudi.

Lanjut Rudi,  bukan hanya kayunya saja yang di cek dan di periksa, tapi SKT dari mana kayu itu berasal. Bahkan tidak menutup kemungkinan para supir truk di bekali SKT abal abal.

Selain itu tegas Rudi,  kepada para bos pembeli dan penampung kayu durian jabon dan kayu lain yang berasal dari hutan hak, untuk lebih jeli dan waspada dan tidak menerima kayu yang nota angkutan bukan di tandatangani oleh GANIS PHPL atas Nama RUDI HR.

” Saya akan terus menerus kordinasikan hal ini kepada kantor Balai BP2HP Provinsi dan Polres serta teman-teman aparat di lapangan, karena ada indikasi dugaan kuat, ada yang bawa kayu jenis lain yang tidak di atur dalam P.48. tapi sengaja menggunakan nota angkutan tersebut,” beber Rudi.

Sekali lagi saya tegaskan kepada para teman-teman aparat yang bertugas di lapangan segera tindak tegas apa bila masih menemukan yang membawa kayu durian dan sejenisnya tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Sekali lagi saya tegaskan kata Rudi meminta tindakan tegas BP2HP &  Aparat jika fitemukan nota angkutan bukan di Tanda Tangani Oleh Dirinya.

[ Jon-PKP. Melawi]


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *