Robo Robo Warga Pontianak Pererat Talisilaturahmi

Tradisi robo’ robo Warga Gang Lamtoro Jalur II./ dv
Tradisi robo’ robo Warga Gang Lamtoro Jalur II./ dv

PONTIANAK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Meski digelar sederhana dengan hamparan karpet serta hidangan segala macam jenisa kue yang dikumpulkan dari warga, namun acara tahunan robo’ robo pada hari Rabu terakhir bulan Sapar (tahun Hijriah-red) yang menyimbolkan keberkahan, selalu digelar warga Gang Lamtoro, Jalur II Rt 004/Rw 005, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat.

Sejatinya acara robo’ robo merupakan tradisi tahunan yang digelar sebagian besar oleh suku keturunan bugis, merunut dari napak tilas tradisi yang digelar pada masa kerajaan  Opu Daeng Manambon.

“Acara ini kita gelar untuk tolak bala’ serta merupakan acara tahunan yang kita gelar disetiap tahunnya, bersama warga dengan masing-masing membawa kue maupun makanan lainnya, “ ucap tokoh masyarakat Gang Lamtoro Jalur II, Bachtiar, pada postkotapontianak.com

Dari kisah jaman dahulu, acara robo’ robo bermuara dari kedatangan kapal raja yang akan berlayar menuju muara Sungai Mempawah yang terletak di Desa Kuala Mempawah dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan. Di muara sungai akan dilakukan semacam upacara “penyambutan” ke laut seperti ketika Opu Daeng Menambon tiba dimuara sungai tersebut untuk pertama kalinya.

“Jadi robo-robo itu sendiri dimaksudkan sebagai suatu peringatan serangkaian kejadian penting bermula haulan pada hari Senin malam Selasa terakhir bulan Syafar guna mengenang hari wafatnya Opu Daeng Manambun, serta acara tolak bala’ atau bersih kampung, “ ucapnya.

Bagi warga keturunan Bugis di Kalbar, Robo-robo biasanya diperingati dengan makan bersama keluarga dihalaman rumah, makan bersama warga kampung yang kesemua digellar diluar rumah.

Ditempat yang sama, Uray Edy selaku ketua Rt 004 mengatakan robo’ robo yang digelar setiap tahun diwilayahnya telah menjadi tradisi tahunan yang bukan hanya diikuti oleh suku Bugis namun semua warga dari berbagai suku ikut tumpah ruah menggelar ritual sakral tersebut.

“Ya, ini acara tahunan kita di Gang Lamtoro, Jalur II dan ini menjadi tradisi kumpul warga untuk tolak bala’, selain itu pula kita ingin membangun rasa kebersamaan antar warga dengan tradisi robo’ robo makan diluar saya rasa ini akan mempererat tali silaturahmi antar warga, dan acara ini setiap tahunnya kita gelar pada pagi pada pukul 06.30 Wib, karena disaat pagi hari rejeki Allah turunkan,  “ ucapnya mengakhiri./* DV


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *