Realisasi Pajak Galian Sangsot

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Pencapaian pajak daerah di Kabupaten Sekadau relatif lamban. Beberapa sektor pajak

Zakaria Umar./ms
Zakaria Umar./ms

belum mampu tergali optimal. Tentu ini cukup disayangkan. Salah satu sektor pajak yang kurang optimal adalah pajak galian logam.

Menurut Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Sekadau, Zakaria Umar, pendapatan daerah dari hasil pajak galian logam pada tahun 2014 hanya sebesar 6,3 miliar, sementara target yang ditentukan adalah 7,6 Miliar rupiah. Dengan kata lain, capaian target pajak galian logam di Kabupaten Sekadau pada tahun lalu terealisasi sebesar 83,2 persen.

“Dari nilai itu pembagian pusat untuk Kabupaten Sekadau sebesar 64 persen,” ungkap Zakaria.

Tak hanya pajak logam yang sangsut, pajak galian C atau non logam lebih parah lagi. Pada tahun 2014, Dispenda menargetkan pemasukan sebesar 1,2 miliar dari pajak galian C, namun capaian yang berhasil di peroleh hanya berkisar 300-an juta.

“Galian C atau non logam malah hanya 24,03 persen yang terealisasi,” keluh Zakaria.

Permasalahan yang dialami Dispenda dalam mengoptimalkan penarikan pajak daerah salah satunya adalah UU nomor 23 tahun 2014 yang mengatur peralihan kewenangan pemberian ijin usaha pertambangan (IUP) dari Kepala Daerah di masing-masing wilayah tingkat II yang kemudian dialihkan menjadi kewenangan Gubernur sebagai kepala daerah di tingkat I.

Hal ini membuat sebagian perusahaan pertambangan tidak melengkapi perizinan dengan berbagai alasan sehingga berdampak pada tidak dibayarnya retribusi atau pajak untuk Kabupaten.

“Kalau dulu, yang mengunakan ijin Gubernur itu jika perusahaan itu bekerja di dua wilayah kabupaten atau lebih. Sekarang dalam satu kabupaten pun harus ijin dari Gubernur, jadi pajaknya ke provinsi,” terang Zakaria. (mus)

 


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *