PSBB Proporsional di Depok Kegiatan Olahraga Skala Kecil Diperbolehkan

PKP ! KOTA DEPOK – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, didampingi Ketua KONI Kota Depok, Amri Yusra, yang secara resmi membuka kegiatan olahraga skala kecil dalam rangka Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada masa PSBB proporsional. Dalam pembukaan kegiatan olahraga tersebut ditandai dengan latihan tenis meja dan bulutangkis di Balai Rakyat Depok Utara, Jalan Jawa, Kelurahan Beji, Depok, Jawa Barat.

“Benar, jadi seluruh kegiatan dari bebagai macam cabang olahraga sudah diperbolehkan beraktivitas. Pasalnya, saat ini Kota Depok sudah berada dalam zona kuning menuju zona hijau. Artinya, dengan dibukanya kembali Gelanggang Olahraga (GOR) merupakan tahapan realisasi PSBB Proporsional menuju AKB. Seluruh olahraga indoor dan outdoor sudah diperbolehkan asalkan tidak mengundang kerumunan mada,” ujar Idris.

Idris juga mengimbau kepada seluruh pihak agar tetap menerapkan protokol kesehatan saat berolahraga. Hal tersebut sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 37 Tahun 2020, tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Depok.

“Jadi, agar diingat kembali untuk kompetisi masih belum diperbolehkan. Hanya latihan bersama, mandiri, dan pengembangan atlet yang diizinkan dengan catatan jumlah peserta terbatas,” imbuh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok itu.

Ditempat yang sama Amri Yusra, selaku
Ketua KONI Kota Depok, sangat menyambut baik diperbolehkannya kegiatan latihan olahraga di Kota Depok. Dikarenakan, bahwa para atlit di sejumlah cabang olahraga sudah lama menunggu diperbolehkannya kegiatan olahraga oleh Pemkot Depok.

“Alhamdulillah Pak Wali sudah memperbolehkan kegiatan latihan olahraga kembali. Jadi ini sangat ditunggu tunggu oleh para atlit kita khususnya di Kota Depok,” ucap Amri.

Amri juga mengingatkan, bahwa meski demikian, dalam latihan olahraga tentunya harus terukur, misalkan GOR Koni yang berkapasitas 50 orang dibatasi hanya sekitar 15-20 orang saja.

“Artinya, didalam latihan tetap harus mengikuti protokol kesehatan covid-19. Mudah-mudahan dengan dibukanya kegiatan olahraga ini menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga, khususnya para atlit untuk pembinaan prestasi,” imbuhnya.

FALDI


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *