Proyek Dermaga TPI Teluk Batang”Molor Dari Kontrak

  • Bayu Eko Wibowo:Akui Pekerjaan Proyek Terlambat

POSTKOTAPONTIANAK.COM

KAYONG UTARA-Proyek pembangunan Dermaga TPI Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara tahun anggaran 2014 diduga sarat masalah, hal ini dikatakan Abdul Rani (Ketua Forum Pengawal Pelaksanaan Pembangunan Kabupaten Kayong Utara FP3KKU),
Abdul Rani – Proyek Dermaga 6 Milyar dan Bayu Eko Wibowomembeberkan bahwa pelaksanaan mega proyek senilai 6 Milyar lebih molor dari batas wakru kontrak kerja yang sudah di tetapkan”

sampai awal tahun 2015 Dermaga TPI Teluk Batang belum rampung”hal ini menimbulkan pertanyaan besar” yang paling miris adalah proyek tersebut tidak di ketahui siapa pelaksananya”.

Ketika dikonfirmasi wartawan pada Kepala Kantor TPI Kecamatan Teluk Batang, Kuasa pengguna angaran (KPA) tidak berada di tempat, melalui Bayu Eko Wibowo sebagai sekertaris TU TPI”menuturkan kebenaran ada nya keterlambatan proyek senilai 6 milyar ini. Untuk lelangnya sendiri itu seharusnya kan selesai tanggal 1 Desember 2014, tapi karena 60 persen  pekrjaan itu adalah mendatangan matrial dan logistik, seperti tiang pancang, semen 20 ribu ton, pasir dan batu” itu terkendala masalah transportasi, cuaca, sehingga logistiknya itu, yang dijadwalkan 1 bulan sampainya disini, ternyata logistiknya lebh dari 1 bulan sampai  nya di sini (lokasi), yang mereka pesan dari PT Wika Jkt, karena memang untuk tiang pancang ini kan bahan pabrikasi tidak bisa dibikin,” tutur Eko.

Kemudian seiring jalan  waktu, akhirnya kita rapatkan masalah mengenai pelaksanaan karena waktu sudah mepet, disepanjang perjalanan”terenyata kondisi alam berkehendak, bahwa kondisi air pasang pada saat bulan 11 s/d 12  itu tinggi, sehingga pelaksnaan  pekerjaan dibawa air itu kurang bisa maxsimal, terkendalanya di situ, jelasnya.

Pekerjaan itu bisa dilanjutkan lagi pada saat  air surut, tapi tetap saja tidak bisa menutupi waktu yang sudah terpotong, kemudian pada tanggal 28-11-2014 pihak kontraktor  mengajukan adindum penambahan waktu terkait masalah persentase fisik kegiatan tidak mencukupi untuk di serah terimakan ,akhirnya kita bawa ke Dinas PU Bidang Cipta Karya Kabupaten Kayong Utara, ucap Eko.(Tms/Miftah PKP)