Polresta Depok Terus Gelar OCK

MYP Diduga Anggota Geng Motor

( Foto : Ist )

DEPOK – Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok, Komisaris Polisi Teguh Nugroho mengungkapkan, bahwa dari hasil Operasi Cipta Kondisi Minggu dini hari 28 Mei 2017 kemarin pihaknya telah mengamankan remaja berinisial MYP (16) sebagai tersangka karena terbukti membawa senjata tajam jenis celurit saat ditangkap petugas patroli gabungan di Simpang Depok.

“Jadi dari hasil pemeriksaan penyidik,
satu dari tiga remaja yang diduga anggota geng motor ditetapkan penyidik Satreskrim Polresta Depok sebagai tersangka. Artinya, MYP dikenakan Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara. Kami berkomitmen, barang siapa kedapatan membawa senjata tajam tidak pada tempatnya, akan kami ditindak tegas. Tidak peduli masih di bawah umur,” ungkapnya, Selasa (30/5), di Mapolresta​ Depok.

Menurutnya, bahwa banyak faktor pemicu tingginya angka tawuran dikalangan remaja, khususnya mereka yang masih duduk dibangku sekolah SMP dan SMA. Sebab, seolah-olah
tawuran sudah membudaya.

“Jadi, hal ini terjadi karena ‘warisan’ senior ke juniornya. Seperti turun temurun. Apalagi usia remaja sangat mudah terhasut karena untuk mencari ekstensi dan aktualisasi diri,” tutur Teguh.

Teguh menambahkan, bahwa ‘Sahur On The Road’ yang dilakukan oleh para remaja telah terjadi pergeseran nilai. Tadinya niat awal bagus untuk membangunkan orang sahur dan memberikan makan sahur kepada yang membutuhkannya. “Namun kegiatan mereka dilakukan dengan improvisasi sendiri dengan cara yang negatif, dan ini sudah ada pergeseran nilai,” ujarnya.

Teguh juga berharap, agar peran orangtua dan guru untuk memberikan pengertian kepada anak dan muridnya agar tidak terpengaruh informasi bohong alias hoax sehingga tidak terpancing untuk bertindak anarkis. “Namun ini semua tidak hanya cukup penegakan hukum. Selain itu juga harus ada penyuluhan dari semua pihak,” imbuhnya. (Faldi)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *