Suhardi : Polisi Harus Tindak Dalang Pembakaran Kantor PT HHK Timur

mobil ambulance ./ist
mobil ambulance ./ist

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! KETAPANG-Polisi tidak bisa membiarkan dalang aksi perusakan dan pembakaran Kantor PT HHK Timur, di Kecamatan Manis Mata Ketapang Kalimantan Barat, yang terjadi Jumat, 10 Juli 2015. Karena jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum dan membuat suasana semakin tidak kondusif. Demikian disampaikan Suhardi, General Manager CDO PT HHK Timur pada “Postkotapontianak.com” Rabu, (15/7/2015). “Kami membutuhkan perlindungan hukum. Apalagi, pembakaran jelas merupakan tindakan kriminal. Demi menjaga wibawa dan kepastian hukum serta ketenangan berinvestasi, kami meminta polisi mengusut dan menangkap dalang serta pelaku, ” kata Suhardi,

Suhardi menjelaskan, akibat perusakan dan pembakaran tersebut, PT HHK Timur menderita kerugian besar. Tidak hanya karena beberapa bangunan luluh-lantak, namun juga karena operasional perusahaan menjadi terhambat.

Pos Cesurity./ist
Pos Cesurity./ist

Padahal, lanjutnya, kontribusi perusahaan sangat besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar dan juga perekonomian nasional.

“Akibat perusakan dan pembakaran, beberapa bangunan rusak, antara lain kantor utama, kantor teknik, pos pengamanan, gudang pupuk beserta isinya. Bahkan, mobil ambulance pun ikut dibakar. Banyak karyawan yang merupakan penduduk setempat tidak bisa bekerja sehingga mereka tidak memperoleh penghasilan. Para pekerja saat ini merasa trauma dan ketakutan,” jelasnya.

Kasus pembakaran dan perusakan ini berawal dari olah TKP oleh aparat kepolisian pada 1o Juli 2015, terkait kasus pencurian buah sawit milik PT HHK Timur, yang diduga dilakukan oleh oknum masyarakat. Olah TKP tersebut dihadiri Polisi, Terlapor, Saksi Ahli dari Disbun, dan Sahmidi, karyawan PT HHK Timur.

Kantot HHKDi tempat kejadian perkara, ketika itu berkumpul ratusan warga Dusun Batu Leman dan Desa Jihing. Kemudian, oknum masyarakat membawa secara paksa Sahmidi ke Kantor Desa Jihing. Sahmidi disandera dan dipaksa menandatangani surat pernyataan pencabutan Laporan Polisi (LP) kasus pencurian buah sawit. Karena merasa terancam, Sahmidi terpaksa menuruti kemauan oknum penyandera.

Setelah itu, oknum warga Dusun Batu Leman berencana membawa Sahmidi ke Dusun Batu Leman. Tujuannya, agar Sahmidi juga membuat dan menandatangani surat pernyataan pencabutan LP lain, yang pelakunya melibatkan oknum warga Dusun Batu Leman. Namun dalam perjalanan, Sahmidi berhasil meloloskan diri.

Oknum masyarakat yang tidak menemukan Sahmidi, bergerak menuju kantor PT HHK Timur dan melakukan perusakan dan pembakaran, pada pukul 19.30-23.00 waktu setempat. Mereka membakar pos satpam, gudang pupuk, bangunan kantor utama, kantor teknik, dan mobil ambulans perusahaan./ PKP


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *