Polisi Amankan Komplotan Penipuan

Jangan Terpedaya Penipuan SMS

DEPOK,(PKP)-Jangan terpedaya dengan penipuan SMS, seperti yang dilakukan sindikat tersangka Andreas Gali dan Lamali alias Edo ini, di sebuah rumah berlantai dua yang terletak di Perum Pelni, Cimanggis, Depok, Jabar.

ILustrasiPihak kepolisian berasil menyita 600 lembar SIM Card Indosat dari mereka mengirimkan SMS tipu-tipu menggunakan kartu Indosat sebagai modem untuk internet.

“Benar kartu tersebut dipakai modem lalu dikirim secara acak ke nomor-nomor yang sudah didatakan oleh mereka,” terang Kepala Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Polisi  Handik Zusen kepada wartawa, kemarin.

Menurutnya, bahwa kartu telepon GSM itulah yang digunakan kelompok sindikat penipuan bernama Sidrap ini untuk melancarkan aksi tipu-tipunya. Mereka pakai Indosat karena banyak promo SMS gratis. Sakain itu tiap kartu SIM card tersebut dipersiapkan para tersangka untuk mengirimkan SMS ke sejumlah nomor korban secara acak.

“Jadi apabila satu nomor telepon yang dipakai pelaku berhasil memperdaya korban, mereka akan menonaktifkan nomor tersebut. Kalau sudah ada korban, kartu itu dimatikan untuk menghilangkan jejaknya, ganti lagi sama nomor baru Indosat lainnya,” tutur Handik.

Handik menambahkan, pihaknya juga menyita perlengkapan ‘kerja’ komplotan ini seperti 80 buah SIM Card modem, tujuh buah USB Hub, dua buah USB flash disk, 15 unit telepon genggam, tujuh buah buku catatan berisi ribuan daftar nomor calon korban,

“selain itu laptop dan dua unit LCD serta sejumlah buku tabungan berbagai bank swasta maupun pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto memjelaskan, bahwa kedua pelaku melakukan penipuan dengan modus menawarkan tiket murah seolah-olah sebagai agen ticketing.

“Para tersangka mengatasnamakan pihak traveloka.com, padahal bukan. Mereka mengirim SMS kepada calon korban-korbannya ke sejumlah nomor HP secara acak dengan dalih sebagai agen tiket travel murah,” jelasnya.

Didik menambahkan, setelah ada korban yang merespon SMS dari para tersangka, kemudian para tersangka membujuk rayu korban dengan mengiming-imingi korban harga tiket promo yang murah.

“Setelah korban terbujuk, selanjutnya tersangka meminta korban untuk mentransfer uang pembayarannya ke beberapa rekening yang sudah disiapkan oleh para tersangka,” ujarnya.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *