PMII KKR Gelar Dialog “Nasionalisme Kaum Santri

Dialog PMII KKR./ ma
Dialog PMII KKR./ ma

KUBU RAYA ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-PMII KKR melaksanakan kegiatan dialog publik tentang ” Nasionalisme Kaum Antri” bekerjasama dengan Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) di Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 2 di Desa Kapur Sui. Raya Kabupaten Kubu Raya sekaligus memberikan bantuan peralatan masak dan peralatan proses belajar mengajar.

Menurut Muhammad Ali  Ketua Umum PC PMII Kubu Raya dalam sambutannya menyampaikan bahwa santri yang hidup penuh dengan kesederhanaan dan penuh keterbatasan untuk berintraksi dengan teman-teman diluar, tidak sejauh teman-teman yang lain dalam soal penguasaan teknologi yang semakin hari semakin canggih, namun para jangan patah semangat, jangan kecil hati, buktikan hidup ke publik bahwa santri mampu bersain dengan mereka.

Keuntungan sebagai santri, santri memproleh dua pengetahuan sekaligus, pertama ilmu pengetahuan agama dan pengetahuan umum.

Sementara yang bukan santri hanya dapat ilmu pengetahuan umum saja. Selain itu, pesantren yang dapat mencetak bermacam  karakter-karakter, ketika statusnya menjadi santri bukan bararti harus menjadi ustadz, atau menjadi da”i, tetapi dari berbagai latar belakang tentunya bakat dan minat mereka berbeda, tidak sedikit alumni pesantren menjadi pengusaha, menjadi politikus.

Oleh karena itu Muhammad Ali berharap kepada para santri untuk selalu semangat dan jangan merasa terbelakang ketika menjadi santri.

Selaku Narasumber dalam dialog ini sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama” Kab. Kubu Raya Hasan Subhi. Dia mengatakan, sabagai santri yang paling utama tanamkankan niat ikhlas, dengan demikian secara otomatis rasa nasionalisme terbentuk yang dapat di realisasikan dalam kehidupan sehari-hari, alasannya karena santri salah Garda terdepan membela negara republik Indonesia, sehingga presiden Republik Indonesia saat ini Jokowi Dodo menetapkan tanggal 22 Oktober sabagai hari Santri Nasional.

Oleh karena itu. Dia mengunkapkan bersyukurlah sekali menjadi santri sebab perilaku yang di pesantren sebenarnya mencerminkan masa depannya.

Lain halnya yang disampaikan oleh Mansur ( Bendahara Umum HIPMI Kal-Bar). Nasionalisme santri dalam perspektif ekonomi, dia mengatakan bahwa santri bisa juga berperan dalam dunia wirausaha indonesia, karena sekarang pemerintah sudah membentuk suatu wadah untuk kalangan santri yang mempunyai jiwa wirausaha.

Dengan demikin, santri bisa   mengmbangkan diri dengan berkonsultasi dengan Himpunan Pengusaha Santri, imbuhnya./ma/PKP


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *