PLN akan kerjasama dengan Sarawak

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! PONTIANAK-Dengan  seringnya terjadi pemadaman listrik di Kota Pontianak, menuai protes dan kritik dari masyarakat, apalagi pemadaman jelang buka puasa. Untuk menjawab pertayaan masyarakat, SAR mengunjungi Manajer Area dirut plnPelayanan dan Distribusi Pelanggan (APDP) PT PLN Wilayah Kalbar, di Kantor APDP Jalan Ismail Marzuki Pontianak.

“Pemadaman listrik yang sering terjadi di Kota Pontianak disebabkan karena kurangnya daya. Layang- layang juga menjadi salah satu penyebab,” ungkap Manajer APDP PT PLN Ricky Cahya Andrian. Senin (29/06)

Menurut Ricky karena PLN Kalbar sistemnya Interkoneksi dari Pontianak sampai Singkawang, apabila dari salah satu daerah terjadi gangguan, daerah lain menyuplai-nya.

Setiap tahunnya, Ricky menambahkan, PLN harus mengeluarkan anggaran sekitar 8 Miliar rupiah, untuk mengatasi gangguan yang terjadi oleh alam atau dilakukan pemain layangan yang menggunakan tali kawat.

“Sangat berbahaya sekali, setiap Gardu yang hancur akibat layangan berpengaruh ke seluruh jalur interkoneksi tersebut,” jelasnya.

Ricky yang didamping Kepala Pelayanan APDP Bambang Susanto mengatakan, sebelum rampung proyek PLTU Wajok dan Singkawang, pemadaman listrik akan terus terjadi.

 “Selama bulan ramadhan kami tidak menyuplai listrik ke Mega Mall dan Ramayana, pada saat puncak pemakaian sekitar Pukul 18.00 – 21.00 WIB,” terang Ricky.

Terkait biaya operasional, Ricky menjelaskan, setiap harinya PT PLN Wilayah Kalbar mengeluarkan biaya sebesar 10 miliar rupiah. “Paling besar untuk biaya pembelian solar mesin pembangkit,” katanya.

Sambil memperlihatkan kepada SAR rekaman cctv gangguan PLN, Ricky mengatakan 3 bulan lagi PLN akan bekerjasama dengan Sarawak Malaysia untuk saling menutupi kebutuhan listrik daerah yang berdekatan di perbatasan./dhani


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *