PJ Kades Tirta Kencana Minta Data Pelaku PETI Dari Luar Ditertibkan

BENGKAYANG, – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin atau Biasa dikenal dengan nama PETI kian marak di Desa Tirta Kencana Kecamatan Bengkayang.

PETI dilakukan dengan alat berat Exavator, Dompeng dan Mesin Gelondong dan akibatnya merusak lokasi di sekitar Desa Tirta Kencana, areal persawahan dan juga Sungai Sebalo yang merupakan ikon Kabupaten Bengkayang.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Satpolpp dan Kepolisian Resor Bengkayang segera melakukan penertiban, sebab bahaya logam berat seperti mercuri sangat mengancam keselamatan masa depan warga Bengkayang,” ucap Pj Kepala Desa Tirta Kencana Petrus Indil SE

“Dari pekerjaan PETI penggunaan logam berat mercuri dipakai langsung ke hulu Sungai Sebalo, dan itu sangat berbahaya,”jelas Indil

Saya berharap aparat berwenang terutama kepolisian untuk dapat melakukan tindakan dan ambil langkah penertiban dengan memperhatikan dampak buruk kerusakan lingkungan,” pintanya.

“Adapun akibat aktivitas PETI itu, beberapa waktu lalu, banjir tiba-tiba datang karena terjadi pengalihan alur sungai oleh penambang sehingga air masuk ke permukiman warga Tiga Desa, karena Sungai menjadi dangkal dan tertutup.

“Tambah Indil lagi, khusus di Lokasi Tambang Gelondong, sedikitnya ada sekitar 200 orang warga pendatang dari luar juga datang secara illegal dan tidak terdata dan tidak pernah menyampaikan dan melapor di Desa Tirta Kencana.

“Yang saya khawatirkan keberadaan mereka tidak terpantau dan mengarah kepada hal yang kurang baik. Sehingga dapat berdampak buruk kepada warga desa.

“Karena sampai hari ini Kamis (2/1/2020) tidak ada data mereka (pendatang red) di desa Tirta Kencana, dan saya selalu Pj Kades Tirta Kencana tidak tahu,” ucap Indil

Kami mengkhawatirkan, ternyata pendatang dari luar yang tidak terdata bisa saja adalah pelaku kejahatan di daerah lain yang sengaja bersembunyi.

“Saya sudah perintahkan dan menyurati aparatur desa seperti Kadus, dan Ketua rt untuk mendata penduduk yang permanen yang berdomisili di Desa Tirta Kencana dan sampai hari ini ada laporan resmi dari aparat desa hingga tingkat Rt, karena informadi yang saya peroleh mereka tak berani mendata karena jumlah pendatang lebih banyak berada di lobang tambang jenis Gelondong.

“Disini peran aparat kepolisian penting, karena di khawatirkan , para pendatang illegal tidak ada data didepan, berapa jumlah pastinya dan siapa nama mereka dan darimana asalnya, ” jelasnya mereka datang dari Luar Bengkayang dan Kalbar,” Terang Indil. (KR)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *