Pioritaskan Penanganan

Pengindap Penyakit HIV AID

POSTKOTAPONTIANAK.COM

DEPOK,Sekretaris II Komisi Penanggulangan AID Kota Depok, Herry Kuntowo menerangkan, bahwa di Kota Depok ini pengindap penyakit HIV AID, sudah sangat mengkhawatirkan dan perlu perhatian secara khusus. Tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena sudah sampai menewaskan puluhan  penderitanya.

Ilustrasi” Ini benar-benar memprihatinkan, sebab dari tahun 2010 hingga kini tercatat 365 orang yang mengindap penyakit mematikan tersebut, 31 orang diantaranya meninggal dunia. Artinya jumlah penderitanya sudah menyebar ke 11 kecamatan yang ada di Depok,” terangnya kepada wartawan, Selasa (15/12/2014), di Balaikota Depok.

Dia menjelaskan, bahwa hingga kini belum diketemukan obatnya untuk mengatasi HIV tersebut.Terapi obat yang ada hanya dapat memperlambat kerja virus, namun tidak dapat menghilangkan HIV dari tubuh.

“Kasiat atau kinerja dari terapi ini sangat dipengaruhi seberapa awal terapi mulai digunakan oleh pengindap HIV. Namun terapi ini juga memancing banyak efek samping seperti tidak berfungsinya organ-organ dalam,” jelas Herry.

Heri juga mengingatkan, bahwa pemakai narkoba, sangat beresiko tertular HIV yang disebabkan oleh penggunaan jarum suntik yang berulang-ulang dengan sesama pemakai secara bergantian. Selain itu, tato dan tindik juga bisa menjadi penyebab HIV. Serta hubungn seks bebas juga bisa menjadi penyebab penyebaran penyakit ini.

 “Jadi dari 365 penderita, 329 orang diantaranya adalah usia produktif. Sekali lagi ini sungguh menyedihkan dan perlu mendapat prioritas pertama dalam penanganannya,” imbuhnya.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *