Pilkada Damai : Masyarakat Diminta Tidak Mudah Terprovokasi

SINTANG–Sejumlah spanduk ajakan untuk menyukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) damai terpasang dibeberapa lokasi strategis di Kabupaten Sintang. Spanduk berisi imbauan pilkada damai dan masyarakat jangan mudah terprovokasi itu dipasangan oleh lembaga swadaya Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) Kabupaten Sintang.

Baleho Pilkada Damai./ Wjs
Baleho Pilkada Damai./ Wjs

Dikonfirmasi, pimpinan FPIP Kabupaten Sintang, Senoaji mengatakan pemasangan spanduk, pembagian kaos dan kalender yang berisi imbauan pilkada damai adalah bentuk peran serta masyarakat menyukseskan pilkada serentak 2015 agar berjalan dengan damai, lancar dan demokratis.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sintang untuk menyukseskan Pilkada 2015 agar bejalan damai dan demokratis,” kata dia, Minggu (22/11) di Sintang.

Menurut dia, sangat penting untuk menyampaikan kepada masyarakat mengenai ajakan pilkada damai karena bagaimanapun proses pilkada tidak terlepas dari tarik menarik kepentingan untuk kemenangan masing-masing kandidat.

“Terpenting pada peserta pilkada ini mengendepankan kepentingan seluruh masyarakat dengan menjaga agar situasu tetap kondusif, mengedepankan politik santun, tidak provokatif dan terpenting siap menang siap kalah,” tukasnya

Pemilukada menurut dia adalah pesta demokrasi seluruh masyarakat sehingga kesuksesannya juga tergantung seluruh elemen masyarakat, dari penyelenggara, aparat pemerintah, pihak keamanan hingga semua lapisan masyarakat.

“Kami mengajak semua untuk ikut menyukseskan Pilkada 2015, datang ke TPS, salurkan hak suara pada 9 Desember mendatang karena pasrtisipasi semua masyarakat sangat diperlukan,” imbuhnya.

Sementara itu, H Suhardiman, pimpinan Lembaga Peduli Potensi Daerah (Pisida) Sintang mengatakan imbauan pilkada damai penting disampaikan kepada masyarakat agar proses demokrasi yang sedang berjalan ini nantinya bisa selesai dengan baik.

“Yang memang tidak berbangga diri dan yang kalah tidak berkecil hati, bisa saling bahu membahu membangun sintang,” ujar Uju Kondet, begitu dia biasa disapa.

Menurutnya, proses pilkada harus dimaknai sebagai bagian dari upaya untuk membangun daerah menjadi lebih baik lagi sehingga partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk hasil proses demokrasi ini benar-benar demokratis.

“Jangan sampai proses demokrasi ini berjalan dengan cara-cara yang tidak demokratis, artinya meskipun proses ini memerlukan energi yang besar, tapi tidak mengusik suasana kondusif yang ada di Sintang, justru diharapkan suasana bisa semakin kondusif karena prosesnya berjalan dengan demokratis,” tukasnya.

Sedangkan, Akademisi Universitas Kapuas Sintang, Dharmansyah sepakat bahwa proses demokrasi harus berjalan dengan cara-cara yang demokratis. “Kedamaian di masyarakat yang sudah berlangsung sejak lama jangan sampai terusik akibat proses demokrasi, artinya proses demokrasi yang berjalan harus mampu mendukung ketentraman di masyarakat sehingga situasi semakin kondusif,” jelasnya Ketua Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) Kabupaten Sintang ini.

Proses memilih pemimpun tentunya kata dia tidak terlepas dari berbagai kepentingan terutama yang dicari adalah kemenangan, jangan sampai kemenangan menghalalkan segala cara, kemenangan yang elegan akan lebih terhormat dan pihak yang kalah pun bisa menerima dengan lapang dada.

“Intinya siap menang siap kalah dan setelah proses demokrasi berakhir, maka saatnya kita bersama-sama menyingsingkan lengan mambangun Kabupaten Sintang sehingga semakin maju dan rakyatnya semakin sejahtera,” pungkasnya. (*)/Wjs


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *