Pihak Kepolisian akan Bertindak Jika Kayu di Bawa Keluar Wilayah Melawi

“Selama kayu dibawa masih diwilayah Melawi masih diperbolehkan tapi kalau kayu tersebut dibawa keluar dari wilayah Kabupaten Melawi, pihak kepolisian harus bertindak”

Kapolres Melawi AKBP Cornelis M Simanjuntak./fran s
Kapolres Melawi AKBP Cornelis M Simanjuntak./fran s

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! MELAWI-Banyaknya truk pengangkut kayu yang keluar dari areal perkebunan tersenyata memang benar. Bahkan hal itu tidak dibantah oleh Kapolres melawi, AKBP Cornelis M. Simanjuntak, karena berdasarkan hasil pantaun pihak kepolisian, di areal-areal perkebuan yang sudah diberikan kepada perusahaan, kayunya diekspoloitasi oleh masyarakat. “Jadi kelompok-kelompok masyarakat kecil dan masyarakat yang berada disekitar konsesi perizinan-prizinan perkebunan, banyak yang mengambil kayu,” ungkapnya.

Menurut Kapolres, berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, dari pihak perusahaan sudah memberikan restu dan memberikan izin pemanfaatan kayu tersebut, tapi benar atau tidakinya, itu perlu didalami. “Makanya kalau pada kesempatan ini pak bupati mengumpulkan manajemen perusahaan HPH, IPK, dan IUP, itu menjadi kesempatan kami untuk menanyakannya,” ujarnya.

Kalau memang masyarakat sudah dapat izin tentu ada latar belakangnya, karena perusahaan perkebunan sudah bayar PSDH. Sementara PSDH sudah dibayar perusahaan kok kayunya diizinkan ditebang sama masyarakat. bisa jadi kalau diizinkan kepada masyarakat, mungkin perusahaan tidak mau capek, karena memang kewajiban bayar PSDH pengganti nilai tegakan diwajibkan dibayar oleh pihak perusahaan. “Tetapi ketika kayu itu sudah ditebang, kayu tersebut tentu harus dikelola atau dikemanakan, apakah ditimbun disitu, apakah dimanfaatkan , atau bagaimana,” ujarnya.

Kata dia kalau kayu tersebut tidak dimanfaatkan oleh perusahaan, kemudian dihibahkan kepada masyarakat, hal itu boleh-boleh saja tetapi harus ada surat hibahnya dari perusahaan. “Misalnya dihibahkan kepada kelompok desa A atau B silakan.Tapi hanya untuk konsumsi lokal. Nah itu yang harus diketahui.” tuturnya.

Menurut dia, selama kayu tersebut dibawa masih diwilayah Melawi masih diperbolehkan, karena sudah ada kebijakan antara pihak kepolisian dengan Bupati, bahwa buat konsumsi lokal diberikan toleransi. Yang ada surat hibah dari perusahaan tersebut bahwa kayu itu memang betul-betul berasal dari areal penebangan konsesi IPK perusahaan mana. “Kalau ada surat hibahnya mungkin masih bisa kita toleril. Dengan catatan tidak dibawa keluar dari wilayah Kabupaten Melawi,” ujarnya.

Kapolres Menegaskan, tapi kalau kayu tersebut dibawa keluar dari wilayah Kabupaten Melawi, tentunya dari pihak kepolisian harus bertindak. Tapi kalau kayu tersebut sepanjang untuk konsumsi lokal, untuk penggunaan pembangunan di lokal Kabupaten Melawi mungkin ditoleril. “Kesempatan nanti saat bupati ingin mengumpulkan manajemen perusahaan-perusahaan IPK, IUP HPH, itu kesempatan untuk mengetahui benar atau tidak, kayu tersebut berasal dari Sokan, dan Sayan,” pungkasnya. /Frans somil


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *