Petugas Temukan Uang Palsu Milik Kepala Toko Indomaret Sekadau

Upal milik Eko Nasrullah Ihwanudin (25) Kepala Toko Indomaret Sekadau./ foto :Mus Mussin/Postkotapontianak.com
Upal milik Eko Nasrullah Ihwanudin (25) Kepala Toko Indomaret Sekadau./ foto :Mus Mussin/Postkotapontianak.com

Reporter : Mus Mussin

SEKADAU ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Akibat iseng-iseng menyimpan dua lembar uang palsu (upal) di dalam dompet, berujung berurusan dengan hukum bagi Eko Nasrullah Ihwanudin (25) yang bekerja  sebagai kepala toko Indomaret, Jalan Merdeka Barat Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau.

Kamis (28/1/2016), Eko diamankan Kepolisian Resor Sekadau saat dirinya dalam perjalanan dari Kabupaten Sintang menuju dalam kota Sekadau. Eko yang menaiki mobil carry KB.1117 AP bersama lima teman rekan kerja.

Kepolisian Resor Sekadau yang sedang melakukan razia kendaraan roda dua dan empat serta penumpang kendaraan di depan Mapolres Sekadau, melakukan pemeriksaan kepada kendaraan dan penumpang mobil carry tersebut.

Petugas kemudian menemukan dua lembar uang pecahan Rp. 100.000,- yang berbeda, ciri fisik dari uang pecahan 100.000 bank Indonesia bercampur dengan uang asli milik Eko sebanyak Rp 150.000. Tak ayal, temuan tersebut membuat Eko harus berurusan dengan Kepolisian Resor Sekadau.

Kepala Kepolisian Resor Sekadau AKBP Muslikhun melalui Kepala Bagian Operasi Reserse Kriminal (Reskrim) mengatakan, bahwa dengan adanya temuan uang palsu tersebut, Eko yang berstatus sebagai karyawan Indomaret Sekadau akan menjalani pemeriksaan.

“Uang palsunya akan kita bawa ke bank Indonesia Kalimantan Barat di Pontianak, untuk dilakukan pengecekan,” ujar Asep.

Asep menegaskan, uang yang diduga palsu tersebut sebanyak dua lembar atau senilai Rp200.000, dengan pecahan uang sebesar Rp100 ribu per lembar.

“Uang palsu disimpan bersamaan dengan uang asli bank Indonesia sebanyak Rp 150.000, Kepolisian menduga dua lembar uang pecahan Rp100.000 tersebut palsu, dikarenakan dari ciri fisik berbeda dengan uang Bank Indonesia asli. Dimana kertas uang tersebut tebal dan bewarna merah terang,” papar Asep.

Dari pengakuan sementara Eko, dua lembar uang palsu tersebut didapat pada saat pengecekan hasil penjualan di swalayan Indomaret saat bekerja di Indomaret Pontianak. Dan setelah pindah menjadi kepala toko Indomaret di Jalan Merdeka Barat Sekadau, uang palsu tersebut masih disimpan di dalam dompet.

Meski demikian, Kepolisian akan mendalami keterangan Eko guna memastikan ada tidaknya keterlibatan dengan jaringan peredaran uang palsu di Kalimantan Barat atau Kabupaten Sekadau.

“Yang bersangkutan diancam dengan Undang-undang nomor 7 tahun 2011 pasal 36 ayat 2 tentang mata uang Indonesia dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp10 miliar,” tegas Asep./*


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *