PETA Desak Aparat Hukum Usut Honorarium Wartawan

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! MEMPAWAH-Pemberian honorarium kepada sejumlah wartawan jangan dianggap sepele, sebab

Kliwon Hariyanto, SH./ds
Kliwon Hariyanto, SH./ds

kebijakan anggaran itu dinilai melanggar aturan, dan telah merugikan APBD Mempawah ratusan juta rupiah.

Untuk itu Kliwon Hariyanto, SH biro advokasi Persatuan Wartawan Kalbar (PETA) mendesak agar aparat hukum mengusut tuntas tindakan yang merugikan keuangan daerah ini. “Sesuai LHP BPK, pemberian honorarium kepada wartawan telah dinyatakan tidak patuh terhadap perundang-undangan. Bahkan dinyatakan mengakibatkan kerugian keuangan daerah. “Ini artinya ada indikasi tindakan korupsi. Maka baik pemberi maupun penerima harus mempertanggungjawabkan di depan hukum,” tegasnya.

Kepada media dimana mereka bekerja lanjut pria yang telah lama berprofesi sebagai jurnalistik ini mendesak juga kepada pimpinan media memberikan sanksi. “Pimpinan Redaksi harus ambil sikap tegas dengan memberhentikan dari statusnya sebagai wartawan. “Sangat sederhana alasan saya, mereka yang menerima honor dari pemda sama dengan menerima hadiah atau amplop dalam menjalankan tugas. Ini tindakan yang melanggar etika jurnalistik,” tegas.

Wartawan Mempawah yang telah menerima honor dari APBD yang notabene uang rakyat merupakan preseden buruk dalam sejarah jurnalistik. “Jadi layak jika diberhentikan dan diberi sanksi hukum,” imbuh dia./st/ds/PKP


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *