Pesta Sabu di Rumah Kontrakan, Empat Orang Diamankan Petugas

SEKADAU – POSTKOTAPONTIANAK.COM !! menggerebek sebuah rumah kontrakan yang dijadikan sebagai tempat untuk pesta sabu, Minggu ( 7/2) pagi.

Barang bukti yang diamankan petugas./ mus
Barang bukti yang diamankan petugas./ mus

Kasat Reserse Narkoba Kepolisian Resor Sekadau Ajun Komisaris Polisi (AKP) P.Sialen yang memimpin penggerebekan menuturkan, penggerebekan pertama dilakukan di Jalan Sintang, dekat Simpang Kayu Lapis sekitar pukul 15.30, Minggu sore (7/2).

Penggerebekan itu bermula dari adanya laporan masyarakat yang menduga ada pesta sabu disebuah rumah kontrakan.

“ Kami temukan empat orang sudah selesai melakukan pesta sabu. Namun, narkoba tidak kami temukan,” ungkapnya, Senin (8/2).

Empat orang yang diamankan itu, kata Sialen, antara lain Aprianto (19), Agun Alpacino (22), Eko Sudayanto (20) dan Budi Roswanto (24). Dari rumah kontrakan itu, kata Silaen, ditemukan sejumlah barang diantaranya, satu buah alat hisap sabu (bong), pipet, enam unit handpone dan korek api.

Empat orang tersebut, lanjut Silaen, langsung digelandang menuju Mapolres Sekadau untuk dilakukan tes urine dan hasilnya semua positif mengkonsumsi narkoba.

“Kami lakukan interogasi terhadap ke empat orang tersebut dan menyebutkan barang haram tersebut didapat dari seseorang yang bernama Susanto alias Abuk (28),” ucapnya.

Setelah melakukan pengembangan, kata Silaen, pihaknya langsung melakukan pengintaian terhadap tersangka Abuk. Alhasil sekitar pukul 22.00 di Jalan Sintang kilometer 9, polisi langsung meringkus Abuk dan melakukan penggeledahan terhadap Abuk.

Dari tangan Abuk, polisi menemukan sembilan paket sabu dalam plastik klip kecil, satu buah sedotan, satu unit telepon genggam, satu unit sepeda motor dan sejumlah uang sebesar Rp273 ribu.

“ Sembilan paket kecil sabu ditemukan dari kantong celana kiri dia. Saat kami interogasi yang bersangkutan mengatakan mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang bernama Zakarianto alias Zeck (29),” ujarnya.

Dari hasil pengembangan akhirnya polisi membekuk Zeck, Minggu (7/2) malam, Zeck sendiri merupakan seorang guru honorer salah satu SMP di Sekadau. Dia, kata Silaen, diamankan di Jalan Penanjung RT 13 RW 03, Kota Sekadau.

Sementara dari tangan Zeck, Petugas  mendapatkan sabu yang disimpan didalam kotak permen. Dimana dalam kotak tersebut, ditemukan 11 paket sabu, diantaranya 10 paket kecil siap edar dan satu paket besar.di

Selain itu, dari tangan Zeck,  disita  sejumlah barang bukti, antara lain satu buah bong, korek api, pipet dan gunting, dua unit telepon genggam serta dompet yang berisi uang sebesar Rp384 ribu.

Mengenai ancaman hukuman, kata Silaen, pengguna dikenakan pasal 127 sedangkan pengguna dan pengedar dikenakan pasal 114 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Masyarakat harus berhati-hati terhadap peredaran narkoba ini. Jika ditemukan ada sesuatu yang mencurigakan dilingkungannya masing-masing cepat lapor polisi. Sekecil apapun informasinya tentu akan sangat membantu pihak kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, Zeck, sang oknum guru honorer saat ditanya mengaku baru mengedarkan sabu selama sebulan terakhir. Dirinya menuturkan selain untuk digunakan barang haram tersebut dijual ke pelanggannya. Zack mengaku telah menggunakan dan menjual sabu sejak lima bulan terakhir.

Tamatan salah satu perguruan tinggi di Malang ini mengaku, berjualan sabu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab, katanya, upahnya sebagai guru honorer tidak cukup. “ Saya mendapatkan barang tersebut dari seseorang di Singkawang. Ya, saya menyesal,” ujarnya.(mus)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *