Pertanyakan AMDAL dan AMDALALIN

Warga Tuntut Pembangunan Apartemen GZT

Apartemen GZT./Ist
Apartemen GZT./Ist

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Koordinator Forum Komunikasi Penghuni Permata De Margonda dan sekitarnya di Jalan Dahlia Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Izak K Hetharia membenarkan, bahwa pihaknya telah mengadukan kepada Ketua DPRD Hendrik Tangke Alo, tentang permasalahan pembanguna  Apartemen Grand Zamzam Towers. Sebab proses kegiatan pra kontruksi, kontruksi dan operasional akan berdampak langsung dan tidak langsung kepada warga setempat.

“Maka dari itu kami menuntut uang kompensasi kepada pengembang karena dampak yang ditimbulkan dari pembangunan tersebut, baik langsung maupun tidak langsung. Artinya dengan jumlah uang kompensasi Rp8 juta per bulan bagi setiap satu kepala keluarga,” ujarnya kepada wartawan kemarin, di Gedung DPRD Depok.

Dia menjelaskan, bahwa pemberian kompensasi tidak dapat dipukul rata. Bagi warga yang merasakan dampak langsung dari pembangunan tersebut harus diberi kompensasi sebesar Rp5 juta per bulan. Ditambah dengan uang kesehatan Rp3 juta per bulan.

“Segala kerusakan yang ditimbulkan secara langsung atau tidak langsung terhadap tempat tinggal kami harus diperbaiki secepatnya oleh pengembang melalui pos pengaduan,” jelas Izak.

Dia juga menambahkan, selain itu juga dengan kecelakaan yang berdampak pada penghuni dan sekitanya akibat pembangunan apartemen ditanggung sepenuhnya hingga korban sembuh oleh pengembang Zamzam Towers. “Pengembang juga harus memastikan lalu lintas kendaraan proyek harus terkontrol dan tidak membelok ke Jalan Dahlia,” cetus Izak.

Izak menegaskan, bahwa pihaknya menunggu jawaban atas tuntutan tersebut dari pengelola dengan segera. Dia juga berharap manajemen Zamzam menyampaikan secara jelas kepada warga mengenai rencana pembangunan yang akan mereka lakukan. “Terutama terkait AMDAL dan AMDALALIN,” tandasnya.

Sementara ditempat terpisah, Mochammad Taufik, selaku Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, berharap kepada pengelola segera merespon keinginan warga tersebut. Sebab, kata dia, pengelola memiliki tanggung jawab melakukan sosialisasi secara terus menerus hingga masyarakat sekitar memahami apa yang akan di bangun oleh pengelola.

 “Saya kira masyarakat dan pengelola harus duduk bersama membahas permasalahan ini,” imbuhnya.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *