Pertahankan Tradisi Mudas

Kepala Distankanak Sanggau, Jhon Hendri foto bersama./ sp
Kepala Distankanak Sanggau, Jhon Hendri foto bersama./ sp

SANGGAU – POSTKOTAPONTIANAK.COM !! Tradisi mudas tanah (ritual adat sebelum membuka lahan dalam jumlah besar) sudah turun temurun dilakukan masyarakat adat dayak sejak zaman nenek moyang, seperti yang dilakukan di Dusun Lalang, Desa Lalang Kecamatan Meliau, Selasa (3/1/2016).

Dilakukan ritual adat Mudas tanah tersebut untuk mendukung berlangsungnya pembukan launching cetak sawah seluas 285 hektare yang disaksikan Kepala Distankanak Sanggau, John Hendri. Hadir Danramil Meliau, Peltu Sukiman, Waka Zidam Czni (Cop Zeni) Kodam XII/Tanjung Pura, Letkol M Sjarif, Camat Meliau, beserta Muspika Kecamatan Meliau. Program cetak sawah merupakan program Presiden untuk ketahanan pangan yang pelaksanaannya diserahkan kepada TNI dan Dinas Pertanian, Perikanan dan peternakan (Distankanak) Sanggau.

Selain itu, acara ritual ini juga dihadiri sekitar ratusan warga Desa Lalang. Tampak antusias mayarakat setempat dengan adanya program cetak sawah ini.

Imam Kampung yang memotori acara ritual adat Mudas Tanah, Medek (40) mengatakan, dilaksanakannya ritual Mudas tanah tersebut untuk meminta izin atau memberi tahu kepada leluhur bahwa kita akan berkerja.

“Untuk keselamatan bagi yang berkerja dan Kampung, memang sudah tradisi kalau kita mau bongkar hutan harus izin sama yang kuasa, begitu lah istilahnya, ” katanya, usai melakukan pomang (baca) ritual adat Mudas tanah.

Ia mengatakan, kearifan lokal tradisi Mudas tanah memang ada sejak zaman nenek moyang, turun temurun hingga sekarang dan masih tetap dilaksanakan.

“Selesai acara ritual Mudas tanah ini boleh langsung berkerja, tidak ada pantangannya, kecuali ritual yang bukan Mudas tanah biasanya ada pantangan, ”katanya. (SP)/PKP


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *