Pernikahan Mahasiswa STTAL Prosesi Tradisi Upacara Pedang Pura, Impian Setiap Wanita

POSTKOTAPONTIANAK.COM

TNI AL – STTAL Surabaya, Mahasiswa Prodi S-1 Teknik Elektro Angkatan 40, Kapten Laut (T) Michael Kaseke, S.S.T. Han., memasuki masa melepas lajangnya dengan mempersunting gadis pujaannya Sertu (K) Melysa Situmorang, dalam tradisi pernikahan perwira TNI Angkatan Laut yang berlangsung di Gedung Graha Yudha Wastu Pramukha Pussenif Kodiklat Jl. Supratman No. 60 Bandung. Minggu malam (10/2/2020).

Komandan STTAL Laksamana Pertama TNI Ir.Avando Bastari, M.Phil yang di wakili Direktur Sarjana STTAL Kolonel Laut (KH) Dr. I Made Jiwa Astika, M.MT., selaku Irup menerima pelaporan kedua mempelai dalam tradisi pernikahan perwira militer yakni prosesi upacara pedang pura bagi perwira TNI Angkatan Laut yang cukup meriah dan menarik perhatian para undangan yang di hadiri rekan- rekan perwira maupun keluarga sanak saudara maupun undangan yang menghadiri pernikahan.

Tradisi pernikahan perwira/prajurit TNI Angkatan Laut merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan dalam suatu upacara yang diatur dalam (Juklak) Kasal no.13/III/2005 tanggal 15 maret 2005.

Pedang pura sendiri berasal dari kata pedang pura atau gapura pedang dimaksudkan adalah tradisi pernikahan bagi perwira militer, prosesi itu dilaksanakan dalam rangka melepas masa lajang, perwira yang diiringi dengan rangkaian pedang berbentuk gapura dengan kata lain merupakan sebuah penghormatan bagi perwira yang akan memulai kehidupan baru dalam bahtera rumah tangga.

Pada dasarnya pedang pura adalah tradisi yang dilakukan turun temurun di dunia militer dengan tujuan dilaksanakannya
Prosesi tradisi upacara pedang pura juga untuk memperkenalkan kepada mempelai wanita serta keluarganya para undangan yang hadir bahwa pernikahan militer/perwira TNI Angkatan Laut melambangkan solidaritas, persaudaraan, permohonan perlindungan pada Tuhan Yang Maha Esa untuk TNI/TNI Angkatan Laut.

WWW.POSTKOTAPONTIANAK.COM

Sedang pura yang membentuk gapura ketika dilewati oleh kedua mempelai mengartikan kalau telah dimasukkannya pintu gerbang kehidupan rumah tangga yang baru.

Adapun dalam pelaksanaan upacara tersebut terdapat beberapa formasi yang dibentuk dari tim pedang pura guna membentuk gapura pedang, gapura kehormatan dan payung pora.

Gapura pedang suatu formasi yang berbentuk lorong pedang dilaksanakan disaat kedua mempelai akan melewati formasi tersebut dengan maksud sebagai lambang penghormatan kepada kedua mempelai yang memasuki kehidupan rumah-tangga selanjutnya membuat formasi lingkaran yang mengelilingi mempelai sembari menghunuskan pedang keatas hingga seolah membentuk payung pura yakni Tuhan Yang Maha Esa akan senantiasa melindungi kedua mempelai dalam menghadapi segala rintangan kehidupan dan selalu ingat untuk memohon lindungan dan petunjuknya.

Selanjutnya kedua mempelai akan menerima pemasangan cincin yang melambangkan kedua mempelai akan selalu bersama mengarungi bahtera kehidupan baru dan mempelai wanita akan mendapatkan cindera sebagai lambang jika dirinya telah siap menjadi istri seorang prajurit.//sumber-Penerangan STTAL//.www.postkotapontianak.com


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *