Perlunya Penurunan Harga BBM

Penulis : Dian Tri Hariyanto

Fakultas/Jurusan : Ekonomi dan Bisnis/Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang

Harga BBM di Indonesia yang tak kunjung diturunkan pemerintah masih terus disorot. Karena, harga wajar untuk BBM di tanah air seharusnya ada di bawah harga yang dipatok pemerintah saat ini. Dampak utamanya, terjadi kondisi ekonomi dengan biaya tinggi dan harga barang lebih mahal sehingga beban masyarakat makin berat menghadapi masalah saat ini.

” Padahal kondisi grafik harga minyak dunia terus ke arah negatif. Kondisi dunia dimana harga minyak jatuh dan turun karena tidak ada yang beli,” Kata Ekonom dari Institute Development Ekonomi and Finance (INDEF), Didik J Rachbini

Kebijakan menahan penurunan harga BBM sepenuhnya membebani masyarakat selaku pengguna, yang saat ini tengah dihadapkan pada kondisi sulit akibat pandemi covid-19. Terlebih, keberadaan Pertamina yang menyandang status perusahaan BUMN bertujuan ditujukan untuk menyejahterakan masyarakat.

Menurut Bambang Haryo Soekartono, Ketua MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) Jawa Timur mengatakan data bunker-ex.com per 21 Mei 2020, harga bunker minyak diesel atau solar jenis MGO (HSD) di pelabuhan Singapura tercatat USD 264 per 1.200 liter. Artinya harga solar nonsubsidi di pelabuhan transhipment terbesar di Asia Tenggara itu hanya Rp 3.300 per liter (asumsi kurs Rp 15.000 per dolar AS).

“Harga itu lebih rendah dari harga solar nonsubsidi (HSD) di Indonesia sebesar Rp 7.300 per liter (harga awal Mei 2020), bahkan masih lebih rendah dibandingkan harga solar subsidi di Indonesia yang masih Rp 5.150 per liter sehingga pelabuhan internasional di Indonesia tidak bisa bersaing dengan pelabuhan Singapura karena harga bankernya 2 sampai 3 kali lipat yang berlaku di pelabuhan internasional Indonesia,” ungkap Bambang Haryo Soekartono./*

Ig : @abe_pers

Publish : POSTKOTAPONTIANAK.COM


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *