Perisai Dayak Khanayan Rambah Pasar Luar Negeri

Stevanus Hadiri Saat Mempraktekan Alat Musik Sapek (foto : Devi Lahendra)
Stevanus Hadiri Saat Mempraktekan Alat Musik Sapek (foto : Devi Lahendra)

POSTKOTAPONTIANAK ! PONTIANAK–Melestarikan tradisi seni ukir yang diwariskan oleh leluhur Suku Dayak Khanayan, menjadi tolak ukur bagi Sanggar Bukit Satunuk untuk terus dapat menjaga kelestarian budaya ukir kayu dengan motif khas Suku Dayak Khanayan Kabupaten Landak.

Meski masih seumur jagung, namun kepiawaian para seniman ukir yang tergabung di Sanggar Bukit Satunuk dalam mengukir motif khas Dayak Khanayan berhasil menarik minat pangsa pasar luar negeri, yang mana kini hampir seluruh hasil ukiran telah merambah ke negeri Jiran Malaysia.

“Saat ini kita hanya masih fokus pada seni ukir perisai dengan motif Dayak Khanayan, ukiran burung enggang, alat musik sapek, topeng dengan berbagai macam karakter muka serta kita juga membuat kerajinan manik-manik yang biasa digunakan bagi kaum perempuan suku Dayak, “ terang Ketua Sanggar Bukit Satunuk, Ir. Stevanus Hadiri, saat ditemui di Rumah Radakng, Pontianak.

Menurut Hadiri, permintaan hasil ukiran perisai maupun patung burung enggang hingga saat ini masih menjadi komuditas terbesar di Sanggar Bukit Sentunuk untuk pengiriman ke negeri Jiran.

“Ia, Malaysia masih menjadi konsumen terbesar bagi kita dalam penjualan hasil ukiran dari sanggar kita hingga saat ini, dengan penghasilan omzet dalam setiap bulan bisa mencapai puluhan juta rupiah, “ ucap Hadiri mengakhiri./Dev

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *