Perbaikan Citra Bernuansa Politik Terbaca

Anggota DPRD : Kejari Harus Periksa Anggaran Pembelian UPS
POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Rachmin Siahaan menilai, bahwa Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail sebagai orang nomor satu di Kota Depok terus berupaya memperbaiki citra

Anggota DPRD Kota Depok, Rachmin Siahaan (Ist)
Anggota DPRD Kota Depok, Rachmin Siahaan (Ist)

buruknya di mata masyarakat Depok. Namun, sayangnya perbaikan citra bernuansa politik yang coba dimainkan Nur Mahmudi telah terbaca dengan mudah oleh masyarakat. Seprti lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) menjadi contoh riil yang membuat muak masyarakat.

“Sayangnya kemuakan masyarakat terhadap gaya politik seperti itu justru tidak digubris Nur Mahmudi. Walikota bahkan membuat manuver baru dengan menangkap dan mengadili masyarakat pembuang sampah, dengan harapan masyarakat kembali mencintainya dan mencintai PKS,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/7/2015), di ruang kerjanya.

Rachmin menjelaskan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) tidak boleh semata-mata menyalahkan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Justru, kata dia, Pemkot Depok harus mengkaji lebih detail lagi kenapa itu dapat terjadi. Bukankah, walikota pernah menelurkan program pembangunan Unit Pengelolaan Sampah (UPS).

 “Yang kita tanya sekarang berapa UPS yang aktif, dan berapa yang tidak berfungsi. Kenapa tidak berfungsi?, siapa yang bertanggung jawab atas ketidak berfungsiaan tersebut. Lalu bagaimana cara masyarakat membuang sampah kalau UPS tidak aktif,” jelasnya.

Rachmin menegaskan, jika Pemkot Depok telah melakukan pengkajian itu secara matang. Dan langsung mengambil keputusan untuk menangkap masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

“Maka dari itu sudah saatnya tim Kejaksaan Negeri Depok harus turun tangan memeriksa anggaran pembelian UPS. Kenapa masih banyak yang belum beroperasi. Artinya biar jangan ada kesan masyarakat saja yang dijadikan korban,” tandas politisi PDIP itu.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *