Penjelasan Warga Melihat, Pekerja Meninggal Kolam Tugu Bambu Runcing

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( Foto korban/Ist )

PONTIANAK ! KALBAR – Pengguna jalan bundaran bambu runcing digegerkan dengan penemuan operator mesin tugu bambu runcing kesetrum aliran listrik. Dengan kejadian itu, pengguna jalan dibundaran menghentikan kendaran untuk melihat kejadian yang terjadi. Jum’at (13/06/2020).

Farhan salah satu pengguna jalan yang melintas dibundaraan mengatakan, bahwa pukul 13.40 wib melintas bundaran tersebut untuk pulang kearah sei jawi, saat melihat orang terapung didalam kolam tugu bambu runcing, seketika menghentikan kendaraannya untuk melihat kejadian itu.

“Pukul 13.40 wib karena ada keperluan kerja melintas dibundaran Untan, dan melihat ada beberapa orang yang sudah berhenti sebelumnya melihat korban didalam kolam itu, tak lama datang 2 orang polisi datang di TKP, segera melaporkan kejadian kepada pimpinannya,” ucap Farhan

“Dengan bertanya dengan orang disekitar, bahwa didalam kolam adalah pekerja yang lagi perbaiki air mancur di tugu bambu runcing dan kesetrum. Melihat korban masih didalam air, maka disampaikan untuk mematikan aliran menuju kolam bundaran tersebut untuk bisa di evakuasi,” jelas Farhan

Lanjut farhan katakan, ada juga mendengar perkataan warga sekitar bahwa sekarang musim corona dan untuk segera menghubungi petugas tim corona. Kelihatan dari jauh, korban masih ada pergerakan, karena takut masih ada aliran listrik didalam kolam hingga akhirnya korban diambil dengan menggunakan pengait dengan kayu yang panjang.

Diuraikan oleh farhan, dengan sigap polisi dibantu warga bisa mengevakuasi korban dan diangkat keatas, sampai ada kendaraan pickup bisa membawa kerumah sakit terdekat.

“Polisi dan warga setempat mengevakuasi korban dengan alat pengait kayu karena ditakutkan masoh ada aliran listrik didalam kolam tersebut, dan saya menghentikan kendaraan pickup untuk membawa korban,” ucap farhan

“Seketika itu juga korban bisa dievakuasi dan diangkat keatas untuk dilarikan ke Rumah Sakit Untan, ada 2 orang polisi, sopir dan kernet mobil, beserta saya dengan 1 orang warga setempat membawa kerumah sakit, hingga sampai diruang IGD, korban diperiksa dan dinyatakan sudah meninggal dunia,” jelas farhan.

“Usai diperiksa oleh pihak medis ruang IGD rumah sakit Untan, diketahui korban bernama Farhen, salah satu pekerja yang sedang membetulkan air mancur. Mendapat kepastian korban meninggal dan biodata korban, polisi segera menghubungi pihak keluarga korban dan melaporkan kepada dinas terkait atas meninggalnya salah satu perkerjanya,” ucap Farhan.(Guns)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *