Peninggalan Sejarah Perlu di Lestarikan

Keraton Sekadau yang berlokasi di wilayah Desa Mungguk, Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau/mus
Keraton Sekadau yang berlokasi di wilayah Desa Mungguk, Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau/mus

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Pembangunan yang sudah ada semestinya dirawat dengan baik, khususnya bangunan yang menggunakan uang negara. Karena, untuk membangun diperlukan biaya yang tidak sedikit. Jika tidak dirawat, dikhawatirkan pembangunan tersebut tidak bertahan lama.

Bupati Sekadau Simon Petrus dalam beberapa kesempatan sering mengimbau agar masyarakat menjaga dan merawat pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah. Sebab, pemerintah membangun juga untuk kepentingan masyarakat luas.

Namun, kondisi yang terjadi pada bangunan Keraton Sekadau yang berlokasi di wilayah Desa Mungguk, Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau, justru sebaliknya.

Bangunan yang pengerjaannya sudah rampung meski belum dilengkapi meubelair seperti pintu dan jendela ini hingga sekarang belum difungsikan.

Lokasi Keraton berada di komplek bekas koloni kerajaan. Di sekitar komplek ini juga terdapat makam Sultan Anom. Jika difungsikan secara maksimal, lokasi ini berpotensi menjadi alternative destinasi wisata di kota Sekadau mengingat lokasinya tak jauh dari pusat kota.

Saat ini, di bagian dalam bangunan Keraton berserakan sampah plastik, puntung rokok dan kerikil bekas pengerjaan bangunan,

Tak diketahui siapa yang bertanggungjawab atas aksi keraton, yang kurang di rawat, Ujang salah satu pengunjung makam Sultan Anom ketika ditemui di keraton mengaku sangat menyayangkan pembiaran di lokasi yang bersejarah itu.

“Sayang ini tidak dibuka, misalnya untuk menyimpan benda peninggalan kerajaan, kan bagus. Kalau dibiarkan begini, tidak ada yang jaga, jadi bangunannya untuk orang kumpul-kumpul, coret-coret dinding. Padahal kan tidak sedikit uang untuk membangun keraton ini,” kata Ujang, (7/6/2015) pada “Postkotapontianak.com”.

Sebagai orang Sekadau, Ujang mengaku tertarik mengetahui rekam jejak sejarah Bumi Lawang Kuari dari jaman dahulu hingga saat ini. Menurut dia, keraton merupakan tempat yang tepat untuk menyimpan literatur sejarah Sekadau. “Kalau bisa bangunan ini jangan dibiarkan terbengkalai lah,” cetusnya. /mus mussin


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *