Pengukuhan Sultan Pontianak batal dilaksanakan di Keraton Kadariah

nusantaraPengukuhan Sultan Pontianak Ke 10, Syarif Toto Thaha Al Kadri yang rencananya dilakukan di Keraton Kadariah Kesultanan Pontianak pada Minggu (08/02) Batal dilaksanakan.

Menurut keterangan panitia, acara batal karena adanya konflik, terjadi bentrokan antara pihak Sy Toto dengan pihak Sy Abu Bakar (Sultan ke 9) bin Sy Mahmud (Sultan ke 6), 2 hari berturut-turut.

Seperti diberitakan “suaraakarrumput.com”, Jum’at (06/02/2015) panitia pelantikan yang sedang melakukan persiapan, berhamburan saat melihat rombongan pihak Sy. Abu Bakar datang.

“Sy Toto yang saat itu ada di lokasi, berinisiatif menemui Sy Abu Bakar di keraton untuk menyelesaikan masalah, saat Sy Toto menghadap ditendang oleh pamannya itu, kejadian telah dilaporkan Sy Toto ke pihak berwajib,” tuturnya.

Sabtu (07/02) panitia pelantikan kembali melakukan persiapan di Keraton, setelah mendapat jaminan keselamatan dari pihak kepolisian yang menurunkan ratusan personil di lokasi.

Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, puluhan orang datang dengan membawa berbagai macam senjata tajam, melihat itu panitia tidak lari karena merasa akan dilindungi pihak keamanan. Jarak kedua kubu semakin dekat, tapi pihak keamanan hanya diam di tempat.

“Karena sudah tidak bisa menghindar panitia akhirnya membela diri, melakukan perlawanan. Terjadi bentrokan, setelah jatuh korban pihak kepolisian baru melerai dengan melepaskan tembakan ke udara,” ungkapnya.

Pengakuan dari Kerajaan Nusantara

Minggu (08/02) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, para utusan keraton yang akan menghadiri acara pengukuhan, melakukan pertemuan dengan panitia acara terkait pengukuhan di hotel Santika Pontianak.

Dalam pertemuan yang dihadiri utusan Raja Malaysia, Sultan Brunei, Kerajaan Kubu, Kerajaan Matan, Kerajaan Sambas, Kerajaan Amantubillah, dan Sri Sultan Malaka, memutuskan acara pengukuhan ditunda, dengan pertimbangan keamanan. Juga untuk menjaga harkat dan martabat Kesultanan Pontianak.

Pertemuan sekaligus pengesahan Sy Toto Thaha Al kadri bin Sy Thaha bin Sy Usman (Pangeran Anom) bin Sy Mahmud (Pangeran Laksmana/Sultan ke 6) bin Sy Yusuf (Sultan ke 5) sebagai Sultan Pontianak ke 10.

Semua utusan yang ada memberikan pengakuan mereka terhadap Sy Toto. Pengakuan sekaligus pengukuhan ini dibacakan oleh duta khusus Sultan Banjar Sekawan Borneo, anggota Dewan Mahkota, Sultan H. Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah yang bergelar Pangeran Perkasa Alam.

Menurut Pangeran Perkasa Alam, pengangkatan Sy Toto sebagai Sultan Pontianak ke 10 sudah sesuai peraturan dan undang-undang kerajaan yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (ZA)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *