Pengelolaan ADD Tak Jelas, Kades Matang Labong Diberikan Dua Opsi

Pertemuan masyarakat dan Kades Matang Labong./lk-PKP
Pertemuan masyarakat dan Kades Matang Labong./lk-PKP

SAMBAS – PostkotaPontianak.com!! Dinilai kurang transparan dan akuntabel dalam mengelola desa, puluhan Warga Desa Matang Labong Kecamatan Tebas mendatangi Kantor Desa, Rabu (3/1) sekitar pukul  09:00 pagi. Kedatang sejumlah warga itu guna meminta penjelasan penggunaan Dana Desa yang tercantum dalam APBDes Tahun 2015.

Saat diskusi digelar, Herwani salah seorang tokoh masyarakat menyampaikan kejanggalan terhadap Laporan Akhir APBDes Tahun 2015. “Apa yang dijelaskan Kades Kamaludin tidak masuk akal atas pengelolaan dana Desa,” ujar Herwani.

Dicontohkan olehnya dalam  pelaksanaan belanja desa dilaporkan bahwa dana desa telah habis terpakai, namun faktanya dalam perubahan APBDes 2015 justru tercantum SILPA. “Adanya Silpa itu merupakan temuan yang membikin kami bahwa pengelolaan dana desa tidak benar,” jelasnya.

Senada dengan Herwani, ungkapan protes juga diutarakan Hermanto. Dalam pernyataan dia mengungkapkan beberapa kejanggalan atas pengunaan dana desa, khususnya di pos belanja. “Dari dana desa sebesar Rp 976 juta ada sekitar Rp 112 juta yang tidak diyakini kebenarannya,” bebernya.

Hermanto dengan lantang memberikan dua opsi yang harus dipilih Kades Matang Labong. “Pertama Kades harus mengembalikan dan dan tetap melanjutkan jabatannya atau yang kedua diproses secara hukum,” tegas dia.

Sementara mendapat cecaran dari warga, Kamaludin Kades Matang Labong mengakui ada perubahan yang disebabkan kesalahan administrasi. “Saya akui ada kekeliruan dan akan kami betulkan secapatnya,” ungkap kades.

Warga juga mensinyalir bahwa pelaporan pengelolaan dana desa ini yang menyusun bukan Kepala Desa dan perangkatnya, namun justru oknum Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Des (BPMPD) Kabupaten Sambas.

Suara-suara miring juga diarahkan kepada Camat Tebas dan Inspektorat Kabupaten Sambas. Bahkan ada rumor jika keduanya memperoleh sejumlah dana sehingga terkesan ada pembiaran.

Karena hingga pukul 12:00 wib masih deadlock akhirnya perwakilan warga kembali mempertegas terhadap dua opsi yang harud dipilih kades./ lk/st-PKP


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *