Pengamen Jutawan Berkeliaran Di Kota Mempawah Mengguna Mobil Ratusan Juta

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH :  Terciduk, hendak mengalihkan dari bidikan wartawan, Jumat (25/09/2020), pukul 13.10 wib, siang, pasutri pengamen yang sering menjual suara di kota mempawah, ditemukan menggunakan mobil mewah saat hendak pulang usai mengamen.

Pengamen yang identik dengan kemiskinan namun didapati nyata adalah Namun, pasutri pengamen di Kota Mempawah, yang mengaku warga Kota Pontianak yang mengadu nasib di Kota Singkawang ini memiliki mobil Honda Toyota Agya seharga ratusan juta rupiah.

Pasutri ini menjajakan suaranya di Kota Mempawah, dibalik tampilannya yang memprihatinkan, ternyata pasutri ini tak sesederhana penampilannya. Usai mengamen, dan makan siang, pasutri ini berjalan kaki menuju ke Jalan Nusa Indah. Mereka berhenti di Halaman Surau Syi’ar Muslimin. Disanalah mereka memarkirkan kendaran mobil Toyota Agya dengan nomor polisi KB 1676 WS.

Saat dipergoki, pasutri bernama Dwi Halijah dan Indra itu hendak menaikan mobil berwarna silver. Kepada wartawan, pasutri ini tak mengelak jika kendaraan roda empat itu adalah miliknya.

BACA JUGA

SBMI Mempawah Berhasil Pulangkan BMI Asal Sungai Pinyuh Yang Ditahan PDRM

Gelar Pemeriksaan, Satgas Pamtas Yonif 642 Amankan Sindikat PMI Ilegal

Silahturahmi Kamtibmas Bersama Insan Pers, Kapolda Kalbar Sebut Peran Media Berpengaruh Besar Dalam Menciptakan Pilkada Yang Aman

Satgas Pamtas Yonif 642/Kps Bantu Masyarakat Korban Banjir

Cek Daya Serap dan Anggaran, Tim Dalprog Kodam Tanjungpura Kunjungi Kodim Mempawah

“Kami pakai mobil ini untuk menghindari panas dan hujan. Apakah salah jika kami pakai mobil ini,” tutur perempuan berkerudung hitam itu menjawab pertanyaan wartawan.

Dwi menyebut, dia dan suaminya mengamen dengan mengendarai sepeda motor. Namun, berkat menabung hingga akhirnya mampu mengumpulkan uang untuk membeli mobil.

“Mobil ini hanya titipan untuk anak-anak. Kalau kawan-kawan (pengamen) lain mungkin uangnya dihambur-hamburkan. Kalau kami ini ditabung dan uangnya bisa menghasilkan barang. Dan inilah hasilnya,” ucapnya.

Dwi memastikan dia dan suaminya tak pernah mengemis dan meminta-minta. Dia mengaku hanya mengamen menjajakan ‘suara emasnya’ kepada masyarakat yang membutuhkan hiburan.

“Boleh tanya di pasar-pasar, kami tidak pernah meminta-minta dan memaksa orang untuk memberi uang. Orang sedekah tidak mungkin kita tolak. Kalau orang tak memperdulikan kami mengamen, maka kami pun akan pergi,” tukasnya.(Gusn/Kom).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *