Pendistribusian Gas Elpiji

Perindag Depok Antisipasi Tindak Kecurangan

POSTKOTAPONTIANAK.COM DEPOK-Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota

Gas-elpiji-3./IST
Gas-elpiji-3./IST

Depok, Martinho membenarkan, bahwa guna mengantisipasi tindak kecurangan.  Maka dari itu pihaknya akan terus mengawasi pendistribusian gas, khususnya gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg.

“Pihaknya akan memantau terus pedagang eceran meski tidak fokus, namun kami juga meminta masukan dari warga jika dirasa ada kecurangan,” ujarnya kepada wartawan Senin (29/6/2015), di ruang kerjanya.

Di juga menejelaskan, bahwa memang sebelumnya, di Jalan KH M Usman Nomor 168, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, diciduk aparat Polresta Depok pada Rabu (24/6/2015) kemarin. Pelaku ketahuan mengurangi isi tabung elpiji 12 kg, dan dimasukkan ke tabung baru.

“Aksi curang bisa dilakukan oknum yang ingin mencari keuntungan besar. Jika pelaku mengurangi gas bersubsidi lalu dijual dengan harga non subsidi demi meraup untung besar. Maka jelas telah melanggar hukum karena gas bersubsidi disediakan pemerintah,” jelas  Martin.

Martin menambahkan, bahwa pihaknya sangat teliti dalam mengawasi pendistribusiannya. Artinya ketika agen menurunkan ke pangkalan gas akan ditimbang, pas atau tidak dengan ukuran sebenarnya. Seperti, tabung gas 3 kg berat tabungnya 5 kg, isinya 4 kg jadi jumlah beratnya 9 kg. Jika kurang dari berat semula, maka pangkalan langsung mengembalikan ke agen.

“Namun yang sulit adalah memantau pedagang eceran. Sebab agen dan pangkalan masih bisa dipantau dan lebih taat pada aturan karena jika melanggar, mereka tidak akan diberikan lagi pasokan gas,” pungkasnya./ Faldi/Sudrajat/


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *