Pemkab Sintang Relokasi 45 Mantan Gafatar Ke Teluk Menyurai

SINTANG ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Menanggapi adanya penolakan masyarakat terhadap keberadaan

Pemkab Sintang Relokasi 45 Mantan Gafatar./ wjs
Pemkab Sintang Relokasi 45 Mantan Gafatar./ wjs

Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Desa Simba Jaya Kecamatan Binjai Hulu, Pemerintah Kabupaten Sintang bersama Polres Sintang dan Kodim 1205 Sintang pada Selasa, 19 Januari 2016 menjemput 45 orang mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari Desa Simba Jaya Kecamatan Binjai Hulu untuk dibawa ke Loka Bina Karya milik Kementerian Sosial Republik Indonesia di Jalan YC Oevang Oeray Desa Baning Kota Kecamatan Sintang.

Penjemputan tersebut merupakan pelaksanaan hasil rapat lintas instansi pada Senin, 18 Januari 2016 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang.  Dalam rapat yang dipimpin Yosepha Hasnah Sekda Sintang tersebut, dihasilkan keputusan untuk merelokasi 45 orang mantan anggota Gafatar ke Teluk Menyurai.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Budi Harto menyampaikan agar seluruh aset milik mereka seperti rumah, kebun dan barang lainnya untuk diamankan dan tidak boleh diganggu.  “kita akan kembalikan agama mereka ke agama awalnya. Dan harus kembali NKRI. Untuk itu kita akan lakukan pembinaan” terang Budi Harto.

Lokasi Permukiman Gafatar./ wjs
Lokasi Permukiman Gafatar./ wjs

Sementara Kabag Ops Polres Sintang AKP Damianus D. Susanto, SH, SIK menyampaikan bahwa penjemputan ini merupakan tugas negara dan harus serius dan taat prosedur. “ini atensi negara yang harus dilaksanakan. saya minta anggota Polres Sintang agar supaya aset mereka tetap aman dan jangan disentuh. Kita akan koordinasikan dengan pemilik tanah, supaya ikut mengamankan bangunan dan kebun mereka, sehingga tidak ada satupun anggota masyarakat lain yang boleh mengganggu aset mereka.  Saya juga minta Sat Binmas Polres Sintang untuk agar memberikan pengertian kepada masyarakat tentang aset mereka serta menjauhi tindakan anarkis. Kita bantu relokasi ini hingga tiba di tempat penampungan dengan aman” terang Damianus D. Susanto

Kabag Ops Polres Sintang AKP Damianus D. Susanto, SH, SIK juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Polsek Binjai Hulu bahwa hari ini tidak ada konsentrasi massa di Simba Jaya sehingga proses relokasi ini akan bisa berjalan lancar.

Kabag Humas dan Protokol Setda Sintang Kurniawan menjelaskan keputusan merelokasi 45 orang mantan anggota Gafatar tersebut adalah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga kondusifitas daerah. “Pemkab Sintang juga menghimbau agar masyarakat tidak main hakim sendiri dan Pemkab Sintang akan segera berkoordinasi dengan Pemprop Kalbar untuk upaya pemulangan mereka ke daerah asal mereka” terang Kurniawan.

Dari pemantauan media ini, terdapat 9 pasang keluarga bersama anak-anak, gadis dan bujangan sehingga total ada 45 orang yang diangkut dengan 4 truk dan 1 bus Pemkab Sintang. Selain mantan anggota Gafatar, Tim Pemkab Sintang juga membawa 8 unit sepedamotor, peralatan rumah tangga, pakaian serta ternak seperti ayam. Anak-anak dan kaum wanita dibawa menggunakan bis Pemkab Sintang. Dari 4 truk yang dipakai, satu truk milik Pemkab Sintang dan 3 truk merupakan bantuan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Di sekitar pemukiman eks Gafatar di Simba Jaya terlihat hamparan  kebun ubi, sayur-sayuran dan tanah yang sudah dicangkul dan siap di tanam. Lokasi pemukiman sekitar 100 meter dari  jalan besar. Sebanyak 45 orang tersebut tiba di Desa Simba Hulu pada bulan Juni-Juli 2015 yang lalu.

Selama berada di Loka Bina Karya Kementerian Sosial RI, 45 orang mantan anggota Gafatar akan menempat satu ruangan besar untuk tidur, tiga kamar untuk menyimpan pakaian dan barang berharga./ wjs/hms


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *