Pemkab Persiapkan Kedatangan Pelajar dan Mahasiswa Mempawah dari Pulau Jawa

POSTKOTAPONTIANAK.COM

Mempawah, Pemerintah Kabupaten Mempawah Menggelar rapat bersama Pimpinan Pondok Pesantren Kabupaten Mempawah membahas tentang persiapan kedatangan pelajar atau santri dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di pulau Jawa. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Mempawah H. Muhammad Pagi, S.HI, M.M di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Senin (6/4)

Wakil Bupati Mempawah M. Pagi mengatakan dalam waktu dekat banyak anak-anak yang belajar di pulau jawa akan memasuki waktu libur panjang semester dan idul Fitri. Ia melanjutkan kemungkinan kebanyakan dari mereka akan kembali ke kampung halaman dan tiba di Kabupaten Mempawah.

“Maka hari ini kami mengundang pimpinan ponpes sebagai rapat awal dan menghimpun data awal bagi kami tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Mempawah dalam menentukan langkah dan kebijakan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mempawah. Dari info yang kami dapatkan bahwa tidak lama lagi anak-anak kita yang menempuh pendidikan sebagian besar di pulau Jawa akan kembali, hal ini yang harus kita ambil langkah secara benar dan tepat,” ujarnya kepada awak media setelah kegiatan rapat selesai.

Kemudian Wabup melanjutkan hal ini sangat penting untuk menekan bertambahnya PDP di Kabupaten Mempawah. Ia juga meminta kepada masyarakat yang baru tiba dari luar daerah Kalimantan Barat untuk secara aktif melaporkan diri atau keluarganya ke posko Covid-19 Kecamatan.

“Untuk warga yang baru tiba di Kabupaten Mempawah dari luar daerah Provinsi Kalbar untuk melaporkan diri ke petugas Covid-19 terdekat agar cepat dilakukan pengecekan kesehatan dan pendataan untuk dilakukan islolasi mandiri dalam waktu 14 hari. Dengan cepatnya dilakukan pemeriksaan maka kita akan dapat menekan semaksimal mungkin terjadinya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mempawah,” ucapnya.

Lebih lanjut Wabup mengungkapkan pemkab akan menyiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi akibat Covid-19 ini. Dalam hal ini, Pemkab telah mewacanakan untuk menyiapkan rumah singgah bagi warga yang baru tiba dari luar Kalbar untuk dipantau kesehatannya selama 14 hari.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah akan melakukan langkah-langkah terbaik untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Mempawah. Kita mewacanakan 2 alternatif dalam hal ini, yaitu isolasi mandiri dan isolasi khusus di rumah singgah. Langkah ini kita tempuh sebagai upaya mewaspadai adanya OTG,” terangnya.

Kemudian ia juga menjelaskan Pemkab akan mengambil langkah preventif dengan melakukan stop and Checking di pintu-pintu masuk Kabupaten Mempawah. Hal ini dilakukan, menurut nya karena letak Kabupaten Mempawah yang merupakan daerah perlintasan 4 Kabupaten, yaitu Kota Ponyianak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak dan Kota Singkawang dimana beberapa diantaranya sudah memasuki zona merah dalam hal Covid-19. Sehingga memiliki resiko terbesar untuk Covid-19 ini menjangkit masyarakat Kabupaten Mempawah.

“Oleh karena itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk patuh dan disiplin terhadap seluruh SOP dan arahan yang diberikan oleh Pemerintah terkait Covid-19 ini. Insyaallah mulai besok tim gugus tugas akan melakukan Stop and Checking terhadap kendaraan dan masyarakat yang mau melintasi Kabupaten Mempawah. Ini kami lakukan semata-mata hanya untuk Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Mempawah,” pungkasnya mengakhiri. (Humas)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *