Pemerintah Siapkan Anggaran Rp11 Milar

Gedung-Kementerian Perindustrian (Ist)
Gedung-Kementerian Perindustrian (Ist)

Bangun Brand Image Produk Nasional

POSTKOTA PONTIANAK.COM

DEPOK-Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Harjanto mengungkapkan, guna membangun brand image produk nasional Indonesia yang semakin kuat, pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp11 miliar.

“Dana tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional 2015,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (25/2/2015), usai Diskusi dan Seminar Nasional bertajuk Kebijakan dan Langkah Strategis dalam Pengembangan Industri Unggulan Nasional di Gedung Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok.

Menurutnya,  bahwa selama ini produk-produk unggulan Indonesia masih kalah bersaing dengan produk dari negara lain. Hal itu dikarenakan negara lain sangat memperhatikan brand dari produk nasionalnya. Sementara di Indonesia, citra merk produk nasional masih lemah. Merk lokal Indonesia masih kalah bersaing di tingkat global. Untuk regional Asia Tenggara saja, citra produk Indonesia kalah dari negara negara tetangga.

 “Harusnya secara kualitas bisa bersaing bahkan lebih baik. Hanya itu, brand image produk Indonesia yang masih belum bagus,” tutur  Harjanto.

Dia juga menambahkan,  saat ini produk dari sektor ekonomi kreatif seperti yang berbahan kulit belum mendapat imbalan setimpal. Merk yang dipakai para pengusaha tas kulit, sepatu kulit, dan jaket kulit nasional kalah oleh merk asing.

 “Padahal, bahan baku merk asing sebagian besar dari Indonesia, tetapi kenapa merk dari Indonesia gak bisa bersaing? Itu karena brand,” ujar Harjanto. .

Harjanto mejelaskan,  langkah strategis diperlukan untuk menguatkan citra produk nasional melalui cara diplomasi. Yaitu dengan cara, semua duta besar Indonesia wajib menjadi bagian dari agen perubahan nasional.

 “Semua KBRI wajib memopulerkan produk-produk nasional di negara yang jadi tempat tugasnya. Bisa dengan menggelar bazar secara regular atau pendekatan secara diplomatis dengan pemerintah setempat,” jelasnya.

Harjanto menambahkan, bahwa pihak Kemenperin juga akan meneruskan program ‘one village one product’ yang sudah bergulir sejak beberapa tahun lalu. Dana Rp 11,5 miliar tersebut untuk mengatrol delapan citra merk nasional di sektor ekonomi kreatif.

“Diantaranya soal produk kulit. Memang butuh waktu untuk membangun brand image ini, bisa beberapa tahun lagi. Setelah brand terbentuk kuat, baru bisa expand ke tiggkat global,” pungkasnya.(Faldi/ Sudrajat).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *