Pembunuhan Sadis, Dua Bersaudara Kakak beradik Sandi dan Syifa di Makamkan Satu Lubang Lahat

Pembunuhan sadis Dua bersaudara Kakak beradik sandi dan syifa di makamkam satu lubang lahat.

Kalbar Melawi – Korban Penganiayaan berujung pembunuhan di Gg Keluarga,Dusun Sidomulyo RT 06,RW 01 Desa Sidomulyo Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat yang terjadi pada  Senin (17/2/2020) malam,di makamkan. Selasa (18/2/2020) Siang.

Kabarnya atas permintaan Juandi Sanga Ayah,agar Kedua Jenazah anaknya dimakamkan dalam satu liang lahat,di Komplek pemakaman Muslim Natai Gunuk Desa Sidomulyo,

Jenazah Sandi Purwanto (18 Tahun) dan adiknya Syifa (4 tahun) dimakamkan setelah diautopsi di rumah sakit Citra Husada tadi malam.

Sementara Wita,ibu kedua Kakak beradik korban penganiayaan berujung pembunuhan sebelumnya di kabarkan kritis,saat ini tengah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah Sakit di Pontianak,akibat luka serius di bagian kepala diduga terkena hantaman benda keras dalam peristiwa Senin malam itu.

Isak dan tangis haru pun pecah ketika Ayah dan kerabat korban menyaksikan keduanya dibawa ke pemakaman setelah disalatkan di masjid Nurul Huda Desa Sidomulyo,

Ratusan warga dan pelajar berseragam yang merupakan teman satu Sekolah almarhum sandi Purwanto di Baitulmal Pancasila Nanga Pinoh turut melayat dan mengiringi kedua jasad tersebut sembari menggotong keranda jenazah menuju Pemakaman

Warga setempat pun tidak menyangka, keluarga yang dikenal ramah dan baik terhadap masyarakat,di aniaya dan berujung pembunuhan oleh Pelaku yang hingga kini belum diketahui motif dan keberadaanya

Sebelumnya pada Senin malam Warga Desa Sidomulyo di gegerkan menyusul di temukannya,Ibu dan kedua Anaknya tergeletak bersimbah darah di dalam rumahnya namun,dalam peristiwa itu Wita, Isteri Juandi masih bisa diselamatkan dan saat ini kondisinya sudah sadarkan diri dalam perawatan di rumah sakit di Pontianak

Ketiga korban ditemukan pertama kali oleh warga sekitar sekaligus tetangga Juandi, salah satu Warga mendengar suara teriakan minta tolong ,merasa penasaran beberapa wargapun datang ke rumah Juandi, saat masuk kedalam rumah,betapa terkejutnya mereka menemukan ketigany Wita dan kedua anaknya tergeletak tak berdaya bersimbah darah di dapur rumah pada Senin sekitar jam 18.00 Wib.malam.

“Saya lihat banyak darah. waktu di temukan tiga-tiganya sudah tergeletak tak sadarkan diri Saya langsung berteriak meminta tolong kepada tetangga lainnya dan kami langsung mengotong ketiganya menuju rumah sakit terdekat,” ujar Jintot.

Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi mengatakan,hingga saat ini polisi sudah memeriksa beberapa saksi untuk mengungkap kasus ini Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami masih melakukan pendalaman, beberapa saksi telah kita mintai keterangan,”ungkap Kapolres.

Saat ini Polres Melawi telah membentuk TIM gabungan investasi bersama Polda kalbar guna mengungkap Pelaku Penganiyaan berujung Pembunuhan di Desa Sidomulyo tersebut.

” Sementara motif belum terungkap,karena belum ada tersangka,namun Tim terus bekerja mengungkap kasus ini sampai tuntas, ” tegas Kapolres.

Dalam kesempatan itu Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi juga menghimbau agar masyarakat Kabupaten Melawi khususnya Kecamatan Nanga Pinoh dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu yang bersifat provokatif.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap tenang dan turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban dilingkungannya, karena masalah ini sudah ditangani oleh pihak berwajib (Polres Melawi), jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang provokatif. Karena keamanan dan ketertiban dalam masyarakat, bukan saja menjadi tanggung jawab pihak Kepolisian, tapi juga merupakan bagian tanggung jawab dari masyarakat itu sendiri,” imbaunya.( JonPKP ).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *