Pembangunan Kabupaten Mempawah Semakin Jauh Dari Layanan Dasar

MEMPAWAH-POSTKOTAPONTIANAK.COM – Arah pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten

Susanto, SE, ME./ PKP
Susanto, SE, ME./ PKP

Mempawah semakin kehilangan roh dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Padahal visi sebelumnya ingin mewujudkan masyarakat sejahtera 2014, namun faktanya justru kebalikan dan jauh dari kata sejahtera.

Hal ini dikatakan Koordinator Aliansi Untuk Transparansi Publik (ATAP) Susanto, SE.ME menanggapi merosotnya indeks pembangunan manusia (IPM) Mempawah.

Diungkapkannya IPM Mempawah yang berada diurutan ke-11 dari 14 kabupaten/kota se Kalimantan Barat mengindikasikan kebijakan pembangunan yang di jalankan Bupati Ria Norsan tidak pro rakyat. “IPM yg menduduki ranking 11 adalah prestasi yang buruk sepanjang sejarah. Artinya pembangunan di Mempawah tidak pro rakyat,” tegasnya.

Landak dan Kubu Raya yang merupakan hasil pemekaran wilayah dari Mempawah ternyata mampu meningkatkan IPM nya sehingga jauh meninggalkan Mempawah sebagai kabupaten induk. “Kubu Raya dan Landak mampu membangun pondasi pembangunan sehingga IPM cukup tinggi, ” ujar Susanto.

Padahal lanjut dia secara geografis kedua daerah itu cukup luas dan rentang kendali cukup jauh. Namun kebijakan pembangunan yang ada di Landak dan Kubu Raya mampu menjawab masalah layanan dasar baik kesehatan maupun pendidikan.

“Jargon ingin menjadikan Mempawah ‘Jogja’ nya Kalimantan Barat adalah kamuflase karena dengan IPM yang rendah mutu pendidikan, kualitas pendidikan dan Partisipasi Pendidikan dan Angka melek huruf kalah dengan daerah lain,” kata dia.

Dengan alokasi anggaran yang besar ternyata tidak berbanding lurus dengan kenaikan IPM Mempawah. “Mental pemimpin dan aparatur yang bussines as usual hanya akan membawa Mempawah semakin terpuruk. Hal ini diperparah kesenjangan antar kecamatan yang cukup signifikan,” ujar Alumnus Magister Ekonomi Untan ini./ PT/PKP


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *