Pembakaran Kantor PT HHK Timur Berdampak Buruk pada Iklim Investasi

Pengamat
Pengamat

“Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala : Kasus ini harus segera diusut demi kewibawaan hukum

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! PONTIANAK-Pembakaran Kantor PT HHK Timur di Kecamatan Manis Mata Ketapang Kalbar, berdampak sangat buruk terhadap dunia usaha. Calon investor bisa membatalkan niatnya untuk menanamkan modal, sedangkan investor yang sudah ada, akan mengkaji ulang dan bahkan lari dari Kalimantan Barat. Demikian disampaikan Pengamat Ekonomi dan Investasi alumnus Univeritas Tanjungpura Pontianak, Susanto, SE, ME.

“Jangan remehkan persoalan tersebut. Dampaknya tidak

Kantor PT. HHK
Kantor PT. HHK

main-main, karena menyangkut kepercayaan dunia usaha. Jangan disangka bahwa yang akan mengkaji ulang investasi yang sudah ditanamkan hanya PT HHK Timur, namun bisa jadi semua investor. Mereka bisa lari, karena merasa tidak nyaman dan tidak mendapat jaminan keamanan,” katanya.

Dalam kondisi demikian, lanjut Susanto, yang akan rugi adalah masyarakat dan juga daerah. Sebab, keberadaan investor memang sangat dibutuhkan di Kalimantan Barat. Dengan adanya investasi, lanjutnya, maka bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan. “Kalau tidak ada investor, masyarakat akan sengsara. Karena keberadaan investor adalah untuk memajukan daerah,” lanjut Susanto.

Dalam kaitan itulah Susanto mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak cepat, guna menangkap aktor intelektual pada peristiwa pembakaran Kantor HHK Timur, yang terjadi Jumat, 10 Juli 2015. Menurutnya, peran polisi dalam mengungkap kasus ini sangat penting. Sebab, polisi yang berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Polisi harus segera mencari dan menangkap aktor intelektualnya. Polisi bisa memanggil para saksi dan semua orang yang patut dicurigai. Dari sana, polisi bisa mengetahui siapa sebenarnya otak di balik peristwa tersebut,” kata Susanto.

Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala berpendapat, bahwa kasus pembakaran PT HHK Timur merupakan tindak pidana. Dengan demikian, polisi tidak perlu menunggu pengaduan untuk segera bertindak. “Kasus ini harus segera diusut demi kewibawaan hukum,” kata Adrianus.

Adrianus yang juga komisioner Kompolnas percaya, bahwa polisi tidak akan melakukan pembiaran. Karena jika hal itu terjadi yang rugi adalah nama baik polisi itu sendiiri. Untuk itu Adrianus meminta semua pihak bersabar dan memberi kepercayaan penuh kepada polisi. Karena siapa tahu, lanjutnya, saat ini sebenarnya sudah masuk tahap penyelidikan.

“Hendaknya semua pihak berbaik sangka kepada polisi. Kita harus percaya bahwa polisi tidak akan menjadikan kasus ini ‘masuk angin’. Sebab kalau tidak, justru akan menurunkan citra polisi dan menjatuhkan kewibawaan hukum itu sendiri,” katanya.

Pembakaran dan pengrusakan Kantor PT HHK Timur, terjadi 10 Juli 2015 pukul 19.30-23.00 waktu setempat. Akibat pembakaran, PT HHK Timur menderita kerugian besar. Tidak hanya karena beberapa bangunan luluh-lantak, namun juga karena operasional perusahaan menjadi terhambat. Beberapa bangunan yang rusak dan dibakar antara lain kantor utama, kantor teknik, pos pengamanan, gudang pupuk beserta isinya. Bahkan, mobil ambulance pun ikut dibakar. Tidak hanya kerugian materiil, namun karyawan PT HHK Timur juga banyak yang trauma atas kejadian tersebut. (PMP*)/PKP


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *