Pelaku Usaha Kuriner di GOR Pangsuma Kecewa karena tidak diperbolehkan lagi berjualan Makan-Makanan

POSTKOTAPONTIANAK.COM

Pontianak-Para Pelaku usaha Kuriner di GOR Pangsuma Pontianak merasa kecewa karena usaha dagang juajan makanan mereka digusurbdan tidak diperbolehkan lagi untuk berjualan makanan hal tersebut dikatakan Ababa rata salah seorang perwakilan Pedagang Kuriner di GOR Pangsuma di saat dituturkannya kepada sejumlah wartawan pada saat beraudensi dengan dinas pemuda dan olahraga pariwisata provinsi Kalbar pada Selasa,25/2022.

Menurut komentar dari berberapa orang penjual makanan disaat melakukan pertemuan di GOR Pangsuma kami datang hanya untuk menyampaikan aspirasinya saja namun tidak bisa karena kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalbar tidak bisa ditemui Para pedang juajan makanan tentu kami sangat kecewa titur berberapa orang pedagang jualan makanan.

Kami sebagai seorang penjual makanan yang hanya diberi waktu lima jam berjualan di GOR dan kami juga tidak diperbolehkan untuk jualan makan- makanan lagi karena GOR akan di gunakan untuk sarana tempat olah raga hati kami sangat sedih sekali melihat tempat jualan kami akan digusur tempat usaha kami.

Kami juga bayar Retribusi setiap bulan nya kami berjualan makanan tersebut hanya untuk menghidupkan anak – anak kami.saja tutur para pedagang makanan

Salah seorang perwakilan usaha pedagang Kuriner di GOR Pangsuma asal dari Bandung Ababarata yang didampingi berberapa orang kordinator pedagang Kuriner mengatakan. kami hanya meminta kebijakan dari pemerintah Provinsi Kalbar terutama Bapak Gubernur karena kami ini sangat troma sekali pada tahun yang lalu saat kami berjualan di GOR sudah di Stof akan tetapi pada tahun. Ini nampak nya terjadi kembali kata Ababarata jadi tolonglah beri kesempatan,pada kami minimal sampai bulan puasa.pintanya

Untuk selebihnya Carikan solusi buat kami dan Carikan , kami tempat untuk berdagang Kuriner.agar usaha dan karyawan kami tidak menganggur.

Kami para pedagang ini berjualan kuriner hanyalah untuk mencari sesuap nasi dan hanya numpang hidup dan kami juga punya karyawan gunanya untuk mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerja di kota ini intinya bukan kita melakukan kejahatan,tuturnya.

Kami siap untuk memberikan solusi tentang kewajiban kami untuk membayar Retribusipun kami bayar ungkap. Ababarata kepada sejumlah wartawan di GOR Pangsuma.

Pada waktu jualan di lokasi GOR ini kami ditarik Retribusi secara resmi tentu kami bayar,tetapi tolonglah perhatikan kami dan kami sebagai pedagang kecil berjualan tersebut hanya untuk menghidupkan Kuliner di Kalimantan Barat ini

Karena kami berjualan tidak mengganggu jalan untuk orang lewat dan kami berjualan dilokasi GOR ini tidak mengganggu orang untuk ber olah raga.

Dengan adanya jualan Kuliner tersebut bagi pengunjung yang akan berolahraga di GOR ini sangat senang sekali karena mereka sangat terbantu jika untuk membeli Makan dan minuman sudah ada.

Karena bagi pengunjung lainya juga, ketika akan berolah raga ke GOR membawa sanak saudara mereka datang hanya seminggu sekali hanya untuk melihat dan jalan- jalan menikmati suasana keindahan di GOR yang sudah banyak berjualan Kuliner.

Jadi kami sangat mengharapkan sekali kepada Pemerintah Daerah oleh karena saya hanya mewakili dari seluruh para pedagang Kuliner yang ada di GOR ini kami minta tolonglah kepada pemerintah berikan kami kesempatan untuk berjualan.

minimalnya kami hanya minta waktu lima jam saja mulai dari jam lima pagi hingga jam sepuluh pagi dan selesai itu kami akan bersihkan ditempat jualan kami, ujar Ababarata.

Tentu oleh karena kami bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan dilungkungan GOR tentu untuk dilokasi jualan Kuriner kami akan kami bersihkan dan kami jaga kebersihanya kata Ababarata .(Muly )


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.