Pekebun Terbakar Dilahan Meninggal Dunia, Setelah Mendapat Perawatan Intensif di Rumah Sakit

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH – – Malang tak dapat ditolak, itulah kisah terjadi yang dialami almarhum Ruyat (75), Minggu (09/08/2020), sore sekira pukul 18.00 wib ditemukan terbaring dalam kobaran api melakukan aktivitas pembersihan lahan kebunya untuk ditanami sayur-sayuran.

Kades Sengkubang Alfian membenarkan atas kejadian tersebut, almarhum memang warga Rt.015/Rw.007 Dusun Paret Senen, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir mengalami luka bakar saat melakukan pembersihan lahan untuk aktivitas berkebun,

Kades Sengkubang menyampaikan bahwa kejadian bermula ketika korban melaksanakan rutinitasnya berkebun dilahan miliknya yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari tempat tinggalnya.

Seperti biasanya, korban berangkat dari rumahnya sekitar pukul 15.00 WIB, dan akan kembali pulang pukul 17.00 WIB. Sesampainya dilokasi lahan miliknya, korban melakukan pembersihan lahan. Seperti biasanya, lahan tersebut akan ditanami sayuran untuk konsumsi pribadi dan dijual ke pasar.

Korban mulai menebas semak belukar di areal perkebunannya. Sembari menebas, korban juga membakar semak belukar yang telah ditebasnya. Diduga, saat itu korban dalam kondisi kurang sehat. Seketika korban pingsan dan tumbang di lahan perkebunan yang digarapnya. Naas, tak ada yang tahu dengan kejadian itu.

Hingga menjelang adzan maghrib, korban tak kunjung pulang kerumah. Saat itulah keluarganya mulai khawatir, sehingga pihak keluarga pun menelpon keponakan korban yang rumahnya tak jauh dari lahan yang digarapnya. Terlebih, kebiasaan korban setiap pulang dari kebun akan singgah ke rumah keponakannya itu.

Saat dihubungi, keponakannya mengaku jika korban tak pernah singgah kerumahnya, sontak saja, pihak keluarga pun curiga terjadi sesuatu terhadap korban. Mereka pun melakukan pencarian, awalnya keluarga tidak menemukan keberadaan korban di lahan tersebut, keluarga hanya mendapati adanya tumpukan semak belukar yang dibakar korban.

Kemudian, mereka mendekati tumpukan semak belukar yang dibakar dan terlihat korban sudah tergeletak, korban terlungkup di sekitar semak belukar yang dibakarnya, langsung seketika keluarganya melakukan evakuasi terhadap tubuh korban ditengah tumpukan semak belukar yang terbakar.

Usai ditemukan, korban dilarikan ke RSUD dr Rubini Mempawah untuk mendapatkan penanganan intensif. Sebab, korban mengalami luka bakar pada beberapa bagian tubuhnya.

“Kabarnya, korban ini memiliki riwayat darah tinggi. Kemungkinan, sakit korban kambuh saat membersihkan lahan dan pingsan dilokasi tumpukan semak belukar yang dibakarnya” ucap Kades sesuai informasi pihak keluarga.

“Rupanya dengan sakit yang dialami tidak mampu ditahannya, sekira pukul 03.00 wib (10/08/2020), mendapat kabar bahwa almarhum menghembuskan nafasnya,” ucap Kades Sengkubang.

Lanjutnya, almarhum orang yang baik dan aktip dalam pertemuan di Rukun Tetanggga hasil perkebunan yang diperolehnya seringa dibagikan kepada warga sekitar.(Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *