Pedagang Pasar Parit Besar Keluhkan Minimnya Pembeli

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( Pontianak ) – Salah satu pedagang di Pasar Parit Besar Hamdan mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa, dengan kondisi pasar saat ini yang bangunannya semakin megahnya, namun sangat minim pembeli.

“Sebelum dibangun saya bisa menghasilkan paling tidak Rp 200 Ribu – Rp. 700 Ribu perhari secara hitungan kotor. Sekarang mau dapat belasan ribu secara kotor saja sudah sangat menyulitkan,” ujar dia saat ditemui di tokonya pada Senin (25/4) pagi.

Dirinya menilai, kehadiran para pedagang kaki lima atau pedagang lain untuk meramaikan dan memadatkan suatu tempat untuk berjualan sangat dibutuhkan dalam mencari perhatian para pembeli.

“Bagaiman tidak dibutuhkan, peran para pedagang kaki lima atau pedagang lain untuk memadatkan suatu pasar sangatlah penting untuk menarik para pelanggan baru, karena akibat lamanya tidak berjualan pas kegiatan pembangunan. Para pelanggan setia kita banyak yang hilang,” ucap dia

Dirinya menuturkan, dalam kondisi ekonomi yang cukup sulit saat ini, Peran Pemerintah untuk meramaikan kembali para pembeli di pasar sangatlah dibutuhkan. Agar Pasar Parit Besar ini, kembali ramai di kunjungi para pembeli.

“Baik itu lewat kegiatan di pasar yang mengundang keramaian, sampai dengan memperhatikan keadaan Pasar yang sepi pembeli. Karena kondisi saat ini, jangankan untuk makan keluarga dirumah, untuk makan diri sendiri saja, saya harus menahan sampai saya bisa pulang kerumah. Bahkan saya harus meminjam uang kepada teman saat pulang kerumah menggunakan sampan,” tutur dia sambil mengeluhkan.

Ditambahkan oleh salah satu pembeli, Ari Nugraha mengungkapkan, dalam menghadapuli kondisi sulitnya ekonomi saat ini, membuat dirinya harus ekstra hati- hati dalam mengeluarkan uang. Karena juga harus disesuaikan dengan kualitas barang yang dibeli.

“Baik itu berupa bahan pokok, ataupun barang kegunaan sehari – hari. Kita juga harus mempertimbangkannya, dan mendahulukan membeli barang apa yang dibutuhkan atau barang yang diperlukan,” ungkap dia

Dirinya menerangkan kondisi Pasar Parit Besar yang saat ini minim pembeli kemungkinan besar dipengaruhi oleh lamanya para pedagang tidak berjualan ditempat tersebut. Dan kalaupun berjualan, barang – barang yang dijualpun tidak semaksimal seperti awal berjualan.

“Kita tahu, pasti banyak pedang yanh tidak berjualan saat proses pembangunan, walaupun sempat dibuatkan bangunan baru, namu para pelanggan mereka tidak semerta-merta langsung mengetahui tempat tersebut. Seperti saya yang selalu membeli rempah dan bumbu masak ditempat saya membeli, namun harus ketempat lain, karena saya sendiri tidak tahu tempat dia pindah. Dan saya juga tidak mau menghabisakan waktu yang lama untuk mencari tempatnya,” tandas dia.

(Viky)

Foto Suasana Pasar Parit Besar / Viky / POSTKOTAPONTIANAK


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *