Patroli Pamdal Dishut DKI Jakarta Tertibkan Warung dan gubuk gubuk tanpa ijin di RTH Pondok Ranggon bersebelahan RPTRA Tunas Bangsa di Pondok Ranggon

”Jika warga tidak membongkarnya maka petugas tidak segan-segan untuk di proses penyidikan, karena tersebut bisa memberi contoh terhadap warga-warga yang lain. Dengan kesadaran warga RT 001 RW006 Kelurahan Pondok Ranggon untuk membongkar bangunan t sendiri maka tidak di proses penyidikan pelanggaran perda tindak pidana ringan sesuai pasal 12 huruf d, “

Jakarta – PostKotaPontianak.com : Salah satu perubahan kota yang bisa dilihat di Jakarta adalah pembangunan taman multifungsi di wilayah padat penduduk. Taman yang dibangun bukan sembarang taman, memiliki fungsi beragam yang utamanya untuk pendidikan anak. Namanya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA,red).

RPTRA sendiri bertujuan menyediakan ruang terbuka untuk memenuhi hak anak agar anak dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Kemudian sebagai prasarana dan sarana kemitraan antara Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam memenuhi hak anak dan sebagai Kota Layak Anak, serta sebagai sarana uniuk pelaksanaan kegiatan 10 (sepuluh) program pokok PKK hingga pengembangan pengetahuan dan keterampilan Kader PKK.

Jika kita memiliki Ruang Publik Terpadu Ramah Anak, kita bisa melakukan sejumlah kegiatan positif untuk anak-anak kita, seperti:
1. Bina Keluarga Balita Pendidikan Anak Usia Dini (BKB-PAUD)
2. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
3. Perpustakaan anak.
4. Tempat berolah raga.
5. Tempat bermain.
6. Kegiatan kreatif anak.

Dengan adanya RPTRA masyarakat juga dapat memanfaatkannya sebagai tempat kegiatan kebencanaan, yang terdiri dari tempat mengungsi sementara saat banjir, kebakaran, serta bencana lainnya.

Namun, hadirnya RPTRA sendiri menjadi lahan baru bagi sebagian masyarakat untuk mencari nafkah, dengan mereka membuat gubuk atau warung semi permanen. Hal ini tentunya menjadikan RPTRA terkesan kumuh.

RTH Pondok Ranggon yang berada di Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur ini didapati beberapa warung milik warga yang berdempetan dengan area RPTRA Tunas Bangsa, keberadaan warung atau gubuk tersebut tidak berijin dan melanggar peraturan tentang ketertiban umum, hingga pihak Keamanan Taman melakukan penertiban warung-warung tersebut pada Senin (12/11/2018). Pihak Keamanan Taman melalui Pengamanan Dalam (Pamdal,red) Dinas Kehutanan DKI Jakarta, warung-warung tersebut ditertibkan.

Dalam kesempatan tersebut, Suyatno Pengawas dari Patroli Pamdal Dinas Kehutanan DKI Jakarta mengatakan bahwa,”Dengan prosedur yang ada dari pihak Keamanan Taman oleh Pengamanan Dalam (PAMDAL,red) Dinas Kehutanan DKI Jakarta, kami sudah mengupayakan menerangkan dengan SOP (Standar Operasional,red) ber kordinasi dengan pengurus Rt yang ada, akhirnya warga RT 001 RW 006 setempat sepakat untuk membongkar warung atau gubuk tersebut yang bersebelahan dengan RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak,red) Tunas Bangsa,” jelas Suyatno kepada Lapan6online.com, pada Senin (12/11/2018).

Lebih lanjut Suyatno menambahkan bahwa,”Keberadaan gubuk/warung warung untuk tempat berjualan RTH atau area taman tersebut melanggar pasal no 8 tahun 2007 dan ketertiban umum pidana No 8 pasal 12 ayat D yang berbunyi ; setiap orang atau badan di larang menyalagunakan atau mengalihkan fungsi jalur hijau, taman, dan tempat-tempat umum.dengan ancaman denda paling rendah 5 juta sampai 50 juta dengan sesuai pasal 61 huruf B, “ jelasnya.

Masih menurut Suyatno,”Jika warga tidak membongkarnya sendiri maka petugas tidak segan-segan untuk di proses penyidikan, karena hal tersebut bisa memberi contoh terhadap warga-warga yang lain menyalah gunakan RTH atau taman untuk kepentingan pribadi. Dengan kesadaran warga RT 001 RW006 Kelurahan Pondok Ranggon untuk membongkar bangunan sendiri maka tidak di proses pelanggaran perda tindak pidana ringan, “ pungkasnya. Catur/ haris.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *